Bulan Zulhijjah yang penuh keberuntungan

Diposting oleh Ustadz Abu Fairuz pada 3 November 2011
Kategori: Fiqih dan ushul fiqh Tags: ,

 


Setiap orang mau beruntung dan tidak mau merugi

Hal yang tidak diperselisihkan lagi bahwa setiap orang yang hidup di dunia ini inggin meraih keberuntungan sebanyak-banyaknya dan benci kegagalan dan kerugian. Anda melihat betapa para pedangang antusiasnya untuk menjajakan dagangannya pada momen-momen yang dianggapnya akan mendatangkan keuntungan yang besar.

Bukanlah hal yang aneh jika para pedagang sibuk menyetok barang dagangannya menyambut kedatangan Ramadhan dan Iedul Fitri jauh-jauh hari sebelum musim”keberuntungan” itu datang. Demikian juga dengan para pedagang ternak sangat paham bahwa mereka harus menyetok banyak ternak ketika telah dekat hari raya Qurban.

Seiring dengan hal itu, para pembeli juga benar-benar jeli kapan mereka akan membeli dengan harga yang menguntungkan mereka dengan diskon yang tinggi. Biasanya mereka akan mencari masa-masa discount agar mereka dapat menghemat pengeluaran dan menyimpan sisanya.

Apa yang kita disebutkan di atas adalah keuntungan dalam hal dunia yang semua orang tau dan sepakat untuk mencapainya walaupun dengan susah payah, banting tulang, bergadang di malam hari dst. Seluruhnya karena urusan dunia dapat dilihat langsung hasilnya dan cash di tempat. Karena itulah semua orang yakin dan berusaha mengejarnya.

Adapun dalam agama, maka Allah subhanahu wa ta’ala juga telah memberikan musim-musim keberuntungan bagi hamba-hambaNya untuk beramal dan dilipat gandakan amalannya, karena itulah Allah telah memberikan bagi mereka kesempatan untuk mencari keberuntungan akhirat dengan masuknya bulan Ramadhan, Malam lailatul Qadar, sepuluh akhir malam bulan Ramadhan dan musim-musim ibadah lainnya.

Bedanya, untuk musim keberuntungan akhirat ini, kita akan mendapati manusia zuhud (baca tidak tertarik) untuk berlomba-lomba meraihnya, bahkan ketika Ramadhan anda akan mendapati” anak-anak dunia” menghabiskan sebagian besar waktunya untuk ber”jibaku” mengejar target keuntungan dengan melupakan puasa, tarawih, qiyamul lail, baca Quran dan sejenisnya dari pagi hingga larut malam.

ketika “anak-anak akhirat” menyibukkan diri dengan beragam aktifitas ta’at, maka sebaliknya “anak-anak dunia” tenggelam dalam kesibukan dunianya untuk menumpuk keuntungan, memperindah rumah, memperbaharui kendaraan, menyiapkan hidangan untuk tamu, dan membeli segala macam tetek bengek yang berkaitan degan bagaimana menyemarakkan hari raya, tentunya sekaligus ajang berbangga-bangga plus riya dengan keberhasilan dunianya.

Hal ini terjadi karena manusia tidak begitu tertarik dengan sesuatu yang sifatnya tidak tampak dan tertunda, dan amalan akhirat hasilnya baru dapat dilihat kelak setelah datangnya hari kiamat. Adapun amalan dunia hasilnya cash di depan mata. Karena itulah Allah berfirman:

“كلا بل تحبون العاجلة وتذرون الآخرة ”
“Sekali-kali tidak, Namun kamu mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan akhirat”.QS: Alqiyamah 20-21.

Keutamaan bulan Zulhijjah

Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala telah memilih bulan Ramadhan menjadi musim amal yang berlipat ganda karena di dalamnya terdapat rangkaian ibadah, seperti puasa, zakat fitrah ,tarawih, malam lailatul qadar, I’tikaf di sepuluh malam terakhir, turunnya Alquran dan di tutup dengan ied Adha dengan memperbanyak takbir dan zikir, maka Allah subhanahu wa ta’ala juga telah membuka musim amal lainnya yang tidak kalah keutamannya dibandingkan musim Ramadhan, yaitu musim amalan di bulan Zulhijjah.

Jika di Ramadhan ada malam terbaik sepanjang tahun yaitu malam laitaul Qadar, maka di bulan Zulhijjah Allah jadikan hari Arafah tanggal 9 Zulhijjah menjadi siang terbaik sepanjang tahun. Kalaupun di Ramadhan ada sepuluh malam terbaik untuk beri’tikaf mencari malam seribu bulan, maka di bulan Zulhijjah ada juga sepuluh hari yang terbaik untuk mencari keuntungan berlipat ganda yaitu sepuluh hari awal bulan Zulhijjah.

Jika dibulan Ramadhan ada ibadah sosial dengan berbagi makanan dalam bentuk zakat fitrah kepada fakir miskin, maka dibulan Zulhijjah juga ada Qurban yang tak kalah seru pahalanya sebagai bentuk kepedulian agama ini kepada sesama hamba.

Berikut ini adalah tulisan yang berusaha mengumpulkan keutamaan sepuluh hari awal bulan zulhijjah, wallahul musta’an.

Keutamaan sepuluh hari awal bulan Zulhijjah dalam Alquran

1. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ * لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُم وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ”
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang padamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan” QS. Alhaj: 27-28”.
Ibnu Katsir menukil perkataan Ibnu Abbas menafsirkan makna “pada hari-hari yang telah ditentukan” yaitu sepuluh hari awal bulan Zulhijjah.
2. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْر”ٍ
“Demi waktu fajar dan demi malam-malam yang sepuluh”. QS. Alfajr: 1-2.
Berkata Imam At-Thabari menafsirkan makna “malam-malam sepuluh” yaitu malam sepuluh awal bulan Zulhijjah.demikian pula tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Az-Zubair, Mujahid dan yang semisalnya. Bahkan telah tegak ijma yang dinukil sebagian ahli tafsir bahwa sepulh hari tersebut adalah awal Zulhijjah.

Keutamaan Sepuluh hari awal bulan Zulhijjah dalam hadits

1. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ : وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ

خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ.
“Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah).” Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Ya, melebihi) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak kembali pulang membawa apapun dari hal tersebut (maksudnya terbunuh syahid).HR. Abu Daud No. 2438.
2. Dari Jabir radhiallahu ’anhu dari Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bahwa Beliau bersabda ketika menafsirkan ayat dalam surat Alfajri:

” إن العشرَ عشرُ الأضحى ، والوترُ يوم عرفة ، والشفع يوم النحر ”
“Maksud dari kata”Sepuluh” yaitu sepuluh hari bulan idul adha, dan makna “Demi yang ganjil”yaitu hari Arafah, dan makna dari “hari yang genap” yaitu hari penyembelihan(hari qurban). HR. Ahmad no 14551.
3. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ’anhu dia berkata:” Bersabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

” ما من أيام أعظم عند الله ، ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التكبير والتهليل والتحميد ”
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintaiNya untuk beramal ibadah padanya melebihi dari sepuluh hari ini,maka perbanyaklah padanya takbir, tahlil dan tahmid”. HR. Ahmad no. 6154

Keutamaan hari Arafah

Hari Arafah adalah hari yang paling utama sepanjang tahun, hari Allah mengampunkan dosa-dosa dan memerdekakan hamba dari neraka.Dari Aisyah [g] dia berkata:”Berkata Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

” ما من يومٍ أكثر من أن يُعتق الله عز وجل فيه عبداً من النار ، من يوم عرفة ، وإنه ليدنو ثم يُباهي بهم الملائكة ، فيقول : ما أراد هؤلاء ؟ ”

“Tidak ada hari yang paling banyak Allah—Yang Maha Perkasa dan Mulia– membebaskan padanya para hamba dari Neraka, melebihi hari Arafah, dan sesungguhnya Dia benar-benar mendekat kemudian membanggakan kepada para malaikatnya dan berkata:”Apa yang di ingginkan mereka(para hamba)?”.HR.Muslim No. 3288.

Amalan-amalan yang dianjurkan pada hari-hari ini
1. Memperbanyak zikir, sebab Allah berfirman:
“وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ ”
“Agar mereka berzikir menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”QS. Alhaj: 28.
Sebagaimana dalam hadis dari Ibnu Umar, bahwa Rasullah shallallahu ’alaihi wasallam memerintahkan para sahabat untuk banyak mengucapkan takbir, tahlil, dan tahmid. HR. Ahmad no 6154.

Adalah tradisi salafus sholeh mereka datang ke pasar-pasar pada hari-hari ini dengan bertakbir sehingga orang-orang pun bertakbir mengikuti mereka. Mereka bertakbir dengan mengangkat suara di mana-mana, baik selepas sholat, di pasar, di rumah-rumah, maupun di jalan-jalan.
2. Termasuk amal shaleh yang paling dianjurkan pada waktu ini adalah berpuasa pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah. bagi yang tidak sedang melakukan ibadah haji. Abu Qatadah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang puasa pada hari Arafah, beliau bersabda:
” يُكفِّر السنة الماضية والباقية ”
“Menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu dan tahun berikutnya.” HR, Muslim no 2747.
3. Berkurban bagi yang mampu dalam bentuk meneladani Nabi shallallahu ’alaihi wasallam dan para sahabatnya.

4. Memperbanyak sholat sunnah yang akan mengangkat derajatnya. Bersabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

” عليك بكثرة السجود لله ؛ فإنّك لا تسجد لله سجدةً إلا رفعك الله بها درجةً ، وحطَّ عنك بها خطيئةً ”

“Hendaklah kamu memperbanyak sujud, sesungguhnya tidaklah engkau sujud sekali untuk Allah kecuali Dia akan mengangkat derajatmu satu derajat dengannya dan akan menghapuskan satu kesalahan.” HR. Muslim no 1093.
5. Memperbanyak sedekah, Qiyamul lail,membaca Alquran, melaksanakan haji dan umrah, bertaubat kepada Allah swt dan semua amalan yang dianggap ibadah mengerjakannya karena keumumam hadis yang di atas dalam ungkapan “Tidak ada amalan apaun” yang menunjukkan keumumannya.

Keutamaan bulan zulhijjah secara umum

  1. Adanya ibadah haji sebagai rukun Islam yang mencakup berbagai bentuk keutamaan padanya seperti, wukuf di Arafah, bermalam di muzdalifah dan mina, melontar jumrah, mencukur rambut untuk Allah, menyembelih, thawaf, sa’i dan seterusnya.
  2. Musim yang datang tahunan dengan segala bentuk ibadah inti yang dilakukan padanya, seperti sholat, berpuasa, dan haji yang tidak didapati pada waktu yang lain sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam fathul bari nya. Pernah Syaikhul Islam ditanyakan tentang mana yang lebih utama antara sepuluh hari awal bulan Zulhijjah dan sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, maka beliau menjawab:”siang hari-hari sepuluh hari awal bulan Zulhijjah lebih utama dari siang hari sepuluh akhir bulan Ramadhan, dan sepuluh malam akhir bulan Ramadhan lebih utama dibandingkan sepuluh malam awal bulan Zulhijjah.
  3. Keutaman bulan ini tidak hanya bagi orang-orang yang melaksanakan haji saja, tetapi juga berlaku bagi setiap kaum muslimin dibelahan dunia manapun.
  4. Pada hari yang penuh berkah ini, kaum muslimin berkumpul untuk melaksanakan shalat ‘Ied dan mendengarkan khutbah hingga para wanita pun disyari’atkan agar keluar rumah untuk kepentingan ini. Sebagaimana dalam ash Shahihain, bahwa Ummu ‘Athiyyah Nusaibah binti al Harits berkata:“Kami para wanita diperintahkan untuk keluar pada hari ‘Ied hingga hingga kami mengeluarkan gadis dalam pingitan. Juga mengajak keluar wanita-wanita yang sedang haidh, berada di belakang orang-orang. Mereka bertakbir dengan takbirnya dan mereka berdo’a dengan do’anya. Mengharapkan keberkahan dan kesucian dari hari yang agung ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  5. Pada hari ini dan setelahnya, yaitu pada hari-hari tasyriq, kaum muslimin bertaqarrub kepada Allah Ta’ala melalui penyembelihan hewan kurban. Dan menyembelih hewan kurban merupakan sebuah syi’ar yang agung dari syi’ar Islam.

Batam, Kamis, 03 November 2011 / 7 Dzulhijjah 1432 H
Abu Fairuz

Tulisan Terkait Lainnya

Switch to our mobile site

[ Tutup ]
Sarana Investasi Akhirat: Pembangunan Asrama Putra PPIT Imam Syafi’i Batam