Benarkah ada orang yang kesurupan?

Diposting oleh Ustadz Abu Fairuz pada 4 October 2011
Kategori: Tanya Jawab Tags:

 

Benarkah ada orang yang kesurupan?

Alvin – Abu Aryan:
Assalamualaikum ustadz. Bagaimana hukumnya rukyah pengusiran iblis dan syaitan? Apakah emang benar ada iblis dan syaitan yg merasuki diri kita? dan bisa diusir secara permanen?, ataukah syaitan yg dari diri kita sendiri? apakah emang benar ada orang kerasukan syaitan?
** Sep 22 Kam 12:25 **

Abu Fairuz:
Ya benar,orang dapat kerasukan syetan menurut paham Ahlus Sunnah wal Jamaah. Allah mengumpamakan dalam Alquran tentang orang-orang yang makan riba sebagaimana orang-orang kesurupan.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 275, Allah [swt] berfirman:

Orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.

Berkata Ibnu Katsir [rh] menafsirkan makna ayat:

أي لا يقومون من قبورهم يوم القيامة إلا كما يقوم المصروع حال صرعه وتخبط الشيطان له ، وذلك أنه يقوم قياماً منكراً
وقال ابن عباس : آكل الربا يبعث يوم القيامة مجنوناً يخنق

yaitu: maksudnya mereka tidak bangkit dari kuburnya melainkan sebagaimana bangkitnya orang kesurupan ketika dia kerasukan syetan. Berkata Ibnu Abbas [ra]: ”Orang makan Riba akan dibangkitkan di hari kiamat bagiakan orang gila yang kesurupan.”

Hal ini menunjukkan bahwa Alquran telah mengkonfirmasikan adanya pristiwa kesurupan.

Adapun dalil dari Sunnah Nabi—shallallah ‘alaihi wa sallam bahwa beliau pernah mengajarkan doa yang berbunyi: ”

اللهم إني أعوذ بك من التردي والهرم والغرق والحرق وأعوذ بك أن يتخبطني الشيطان عند الموت

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung padamu dari bencana jatuh dari tempat yang tinggi, bencana pikun, bencana tenggelam dan terbakar, Aku berlindung padamu agar jangan dirasuki syetan ketika akan mati”.

Berkata al Imam Almunawi [rh] dalam kitabnya (faidul qadir 2/148): ”dalam menafsirkan hadis “Aku berlindung padamu agar jangan dirasuki syetan ketika akan mati” maksudnya yaitu agar dia(syetan) tidak merasukiku dan mempermainkanku dan merusak agamaku serta akalku”.

عن عثمان بن أبي العاص قال استعملني رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا أصغر الستة الذين وفدوا عليه من ثقيف وذلك أني كنت قرأت سورة البقرة فقلت يا رسول الله إن القرآن ينفلت مني فوضع يده على صدري وقال ياشيطان اخرج منصدرعثمان فما نسيت شيئا أريد حفظه ) صححه الالباني في السلسلة

Dari Utsman bi Abi al-Ash [ra] dia pernah berkata: ”Rasulullah —shallallahu ‘alaihi wa sallam– menugaskanku menjadi pegawainya padahal aku yang paling kecil dari enam orang yang menjadi utusan Tsaqif, hal itu disebabkan aku hafal surat Albaqarah, maka aku berkata: ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya Alquran hilang dariku”, maka beliau meletakkan tangannya diatas dadaku dan berkata:”Wahai syetan, keluarlah dari dada Utsman”, maka sejak itu aku tidak lagi lupa hafalanku. Hadis ini disahihkan al-Albani dalam silsilah shahihah.

Berkata syaikh Al-Albani [rh] mengomentari hadis ini:

وفي الحديث دلالة صريحة على أن الشيطان قد يتلبس الإنسان ويدخل فيه ولو كان مؤمنا صالحا ، وفي ذلك أحاديث كثير

Hadis ini menunjukkan dengan jelas bahwa syetan terkadang merasuki manusia walaupun orang mukmun yang sholeh, dan banyak hadis-hadis yang menyebutkannya.

Juga Rasulullah Shallallahu a’laihi wa sallam pernah meludah seorang anak yang kerasukan untuk mengeluarkan syetan yg merasukinya. Berkata Ya’la bin Murrah [ra]:”

رأيت من النبي صلى الله عليه وسلم عجبا خرجت معه في سفر فنزلنا منزلا فأتته امرأة بصبي لها به لمم ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أخرج عدو الله أنا رسول الله ، قال : فبرأ فلما رجعنا جاءت أم الغلام بكبشين وشيء من أقط وسمن ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : يا يعلى ! خذ أحد الكبشين ، ورد عليها الآخر ، وخذ السمن والأقط ، قال : ففعلت ) رواه البخاري في دلائل النبوة

Aku melihat Nabi—shallahu ‘alaihi wa sallam—hal yang aneh, yaitu ketika dalam suatu perjalanan bersamanya, kami singgah di suatu tempat, maka datanglah seorang wanita membawa anaknya yang kecil dalam keadaan sakit. Maka berkata Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—; ”Keluarlah –musuh Allah—aku adalah Rasulullah. Berkata (Ya’la): maka seketika dia sembuh. Tatkala kami berangkat pulang, maka ibu anak tersebutkan membawakan untuk kami dua ekor kambing dan sebagian susu kering dan minyak samin. Maka Rasulullah [saw] berkata:” Wahai Ya’la !ambillah seekor kambing saja dan kembalikan yang satu lainnya, dan ambillah susu kering dan samin tersebut”. Yala berkata: ”Akupun mengambilnya”. HR. Bukhari dalam Dalail an-Nubuwwah.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [rh]:

” ثبوت الجن ثابت بكتاب الله وسنة رسوله واتفاق سلف الأمة وأئمتها ، وكذلك دخول الجني في بدن الإنسان ثابت باتفاق أئمة أهل السنة والجماعة ” مجموع الفتاوى 25/246

Adanya jin adalah perkara yang ditetapkan dalam kitab Allah dan Sunnah NabiNya, serta disepakati oleh para salaf dari umat ini dan para Ulamanya, demikian juga dengan jin yang merasuki badan manusia adalah hal yang disepakati para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.(Majmu al fatawa 25/246)

Beliau [rh] berkata:” Tidaklah mengingkari orang kesurupan jin kecuali orang-orang muktazilah seperti Al-Jubba’I dan Abu Bakar Ar Razi.”

Berkata Abdullah anak Imam Ahmad [rh]: ”Kutanyakan pada ayahku bahwa ada sebagian orang yang mengatakan jin itu tidak merasuki badan, maka beliau menjawab:” Mereka berdusta, kenyataannya dia biasa merasuki dan berbicara pada lisannya.(Majmu Fatawa 19/12)

Berkata Ibnul Qayyim [rh]:

 وأما جهلة الأطباء وسقطهم ومن يعتقد بالزندقة فضيلةً ؛ فأولئك ينكرون صرع الأرواح ، ولا يقرون بأنها تؤثر في بدن المصروع وليس معهم إلا الجهل ، وإلا فليس في الصناعة الطبية ما يدفع ذلك ، والحس والوجود شاهد به …. ومن له عقل ومعرفة بهذه الأرواح وتأثيراتها ؛ يضحك من جهل هؤلاء وضعف عقولهم …. وبالجملة فهذا النوع من الصرع وعلاجه لا ينكره إلا قليل الحظ من العلم والعقل والمعرفة  زاد المعاد 4/67 – 69

Adapun para dokter yang jahil yang mengganggap kezindikan adalah keutamaan, maka mereka mengingkari kesurupan ruh, mereka tidak mengakui hal tersebut dapat memiliki efek terhadap orang yang kesurupan, hal ini tidak lain karena kejahilan mereka, pada hakikatnya ilmu kedokteran tidak dapat menolak adanya hal ini, bahkan realita menunjukkan kebenaran hal ini. Orang yang memiliki akal dan pengetahuan tentang ruh-ruh jahat (Syetan) dapat mempengaruhi manusia, akan tertawa dari kebodohan mereka dan lemahnya akal mereka. Kesimpulannya jenis kesurupan ini dan cara menterapinya adalah hal yang tidak dapat diingkari kecuali segelintir orang yang tidak berilmu dan berakal.(Zadul Ma’ad 4/67-69).

Adapun pengobatannya adalah dengan cara diruqyah dari zikir-zikir yang diajarkan Nabi–shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dengan Alquran.

Batam, 7 Zulkaedah 1432 H/ 4 Okt 2011 M

  • ahmad sjahroni

    kesurupan adalah ciri manusia yang melupakan Allah, banyak berfikir yang tidak jelas(melamun), hingga diri orang itu dalam alam fikiran ambang kesadaran, dan iblis menempatinya, dan perkataannya sesuai dg alam fikirannya ketikla melamun, jika banyak buruk sangka perkataannya banyak menuduh, hingga orang lain terpengaruh dan percaya, ini adalah salasatu tipu daya syetan, sekalipun mengaku seorang wali, tetap tertipu syetan dalam diri orang itu.

Tulisan Terkait Lainnya