Hukum mendapatkan hadiah undian dari pembelian koran dan sejenisnya

Diposting oleh Ustadz Abu Fairuz pada 17 December 2013
Kategori: Tanya Jawab Tags:

 

Bismillah walhamdulillah, wa ba’du:

Disebabkan banyaknya pertanyaan tentang hukum mendapatkan hadiah dari undian, kami menukilkan di sini fatwa dari Islam web, dengan tetap mengikutkan teks Arabnya agar lebih terjaga keasliannya:
السؤال:
يا شيخ سمعت في أحد أشرطة الشيخ ابن عثيمين رحمه الله جواز المسابقات بشرطين:
الأول: أن يشتري المتسابق السلعة أو الصحيفة لحاجته إليها ، أما إذا كان لا غرض له من شرائها إلا المسابقة ، فلا يجوز ، لأنها تكون حينئذ نوعاً من الميسر ، حيث يخاطر المتسابق بهذا المبلغ الذي دفعه (ثمن الصحيفة) في مقابل احتمال فوزه بالمسابقة .
وعلى هذا ، فإذا كان يشتري الصحيفة لا لقراءتها بل لقطع كوبون المسابقة فقط ، أو كان يشتري أكثر من عدد من الصحيفة ، فمشاركته في المسابقة حرام ونوع من الميسر .
الثاني : ألا يتم رفع ثمن السلعة أو الصحيفة من أجل المسابقة ، فإذا كانت الصحيفة بـ 3 ريالات ثم صارت بـ 4 ريالات من أجل المسابقة ، فالاشتراك فيها حرام ، لأن هذه الزيادة بُذلت مقابل المسابقة ، فهي أيضاً نوع من الميسر .
انظر : “أسئلة الباب المفتوح” للشيخ ابن عثيمين (1162) .
يا شيخ إذا كانت جريدة مثلا هنا في الجزائر جريدة الخبر نظمت مسابقة بهذا الشكل ويتوفر فيها الشرطان اللذان ذكرهما الشيخ، أن الجريدة لا تزيد في السعر، وأنا دائما أشتري هذه الجريدة للمطالعة، ولكن نظمتها تحت اسم مسابقة كأس العالم، وفيها أسئلة رياضية تجيب عنها وترسلها إلى عنوان الجريدة، ثم تجري القرعة.
علما يا شيخ أن الجوائز التي تقدمها الجريدة من تطوعات شركات أخرى مثل شركة الهاتف النقال وشركة سيارات ..الخ أفيدونا؟
الإجابة:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:
فإذا توفر الشرطان المذكوران وهو ألا تشترى الصحيفة من أجل الاشتراك في المسابقة، وألا يزاد في سعرها من أجل المسابقة فلا حرج في الاشتراك فيها. وقد فصلنا القول في ذلك في الفتاوى رقم: 1243، 99799، 80733.
وبناء عليه فلا حرج عليك في الاشتراك في تلك المسابقة ونحوها مما خلا من المحاذير الشرعية والانتفاع بما قد تكسبه منها .
والله أعلم

Pertanyaan:
Wahai syeikh, saya mendengar di salah satu kaset ceramah Syeikh Ibnu Utsaimin-rahimahullah- bahwa beliau membolehkan mengadakan perlombaan(undian) dengan dua syarat:

Pertama:jika memang peserta yang ikut undian membeli barang atau koran karena kebutuhannya, adapun jika dia tidak membutuhkannya untuk dibeli, tetapi sekedar untuk dapat ikut dalam undian, maka hukumnya terlarang, karena dia termasuk judi, karena pembeli telah mempertaruhkan uangnya (gambling) untuk membeli harga koran tersebut dalam rangka inggin mendapatkan hadiah yang diundikan. Oleh karena itu jika dia membeli koran bukan untuk dibaca tetapi sekedar untuk mengambil kupon undian saja, atau dia sengaja membeli koran dalam jumlah banyak agar dapat kupon yang banyak, maka keikut sertaannya dalam ikut undian tersebut adalah haram dan termasuk judi.

Kedua: jangan sampai harga suatu barang atau contohnya koran, dilebihkan dari kebiasaannya untuk undian ini, misalnya jika harga koran sebenarya hanyalah 3 riyal, kemudian menjadi 4 riyal, untuk hadiah perlombaan, maka ikut serta dalamnya adalah haram, karena tambahan 1 riyal tersebut, ditambahkan untuk operasional hadiah undian, dan ini termasuk ke dalam jenis perjudian.
Lihat soal pada pertanyaan terbuka untuk Syaikh Ibnu Utsaimin no (1126)

Soal: wahai syeikh , jika ada sebuah terbitan koran di Aljazair yang membuat berita-berita membuat undian dengan bentuk seperti ini, dan terwujud padanya dua syarat yang Syeikh sebutkan, bahwa koran tersebut tidak menaikkan harga, dan saya selalu membelinya untuk dibaca, tetapi koran tersebut di terbitkan dalam rangka piala dunia, dan padanya ada kuis-kuis burupa pertanyaan seputar dunia olah raga, yang menjawabnya dengan benar kelak akan diundi lagi, sebagai informasi untuk anda wahai syeikh, bahwa hadiah yang diberikan itu berasal dari sponsor-sposnsor, misalnya dari perusahan telephon genggam, ataupun perusahaan transportasi, dsb. mohon pertanyaan kami ini dijawab.

Syeikh menjawab:
Alhamdulillah, salawat dan salam atas Rasulillah dan para keluarga dan sahabatnya, amma ba’du:
Jika dua syarat di atas terpenuhi, yaitu bahwa anda tidak membeli koran tersebut karena inggin ikut undian, dan harga koran tidak dinaikkan untuk membeli hadiah undian, maka tidak mengapa untuk ikut padanya, dan kami telah menerangkannya secara rinci pada fatwa no 1243-99799-80733.

Oleh karena itu tidak mengapa sekiranya anda ikut dalam undia tersebut dan yang sejenis dengannya jika memang selamat daripada perkara yang terlarang dalam syariat, dan tidak mengapa pula memanfaatkan hadiah darinya – seandainya anda dapatkan-.

Dinukil dari http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=137219

Batam,Selasa, 17 Desember 2013 /14 Safar 1435 H
Abu Fairuz, Ahmad Ridwan Muhammad Yunus

Tulisan Terkait Lainnya