MENJADI ORANG PALING KAYA ??

Diposting oleh jundy priyana pada 19 January 2016
Kategori: Akhlak

 

Menjadi orang terkaya?mengapa tidak…toh itu merupakan obsesi banyak orang,cita-cita dan mimpi-mimpi mereka.

Siapa tak senang tidur di atas kasur yang empuk, makan dengan lauk yang lezat,rumah dan kendaraan yang mewah, istri-istri yang cantik dan anak-anak yang gagah. Semuanya adalah harapan-harapan manusia.

Untuk menjadi orang terkaya,mereka nekat melakukan apapun,bekerja siang-malam,berkejaran dengan waktu. Prinsip hidup mereka”the time is money”…waktu adalah uang.

Tak perlu heran jika ada yang pejabat yang masuk sel tahanan KPK karena tersandung kasus korupsi. Tak perlu juga merasa aneh apabila mendengar orang datang ke para normal dan dukun, jadi “babi ngepet”agar kaya. Sekalpun dengan menjadikan anak sebagai tumbal-seperti cerita-cerita film horor dan khurafat di negeri kita-yang laris manis.

Mengejar kekayaan terkadang membuat orang menjadi gelap mata, nekat melakukan apa saja,sekalipun membunuh,menjadi tukang begal,bahkan melacurkan diri.

* * *

Dalam Islam tuk menjadi orang terkya, tidak perlu repot-repot harus mengorbankan apa saja demi mencapainya. Cukuplah dirimu memiliki sifat qanaah niscaya engkaulah orang terkaya di dunia.

Abu Hurairah meriwayatkan:

قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله _صلى الله عليه وسلم:
“مَنْ يَأْخُذُ عَنّي هَؤُلاَءِ الكَلِمَاتِ فَيَعْمَلُ بِهِن أو يُعَلّمُ مَنْ يعْمَلُ بِهِنّ؟”.فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: فقُلْتُ أَنَا يَا رَسُولَ الله.
فَأَخَذَ بِيَدِي فعَدّ خَمْساً وَقَالَ:
“اتّقِ المَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النّاسِ،
وَارْضَ بِما قَسَمَ الله لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النّاسِ،
وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِناً،
وَأَحِبّ لِلنّاسِ ما تُحِبّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِماً،
وَلاَ تُكْثِرِ الضّحِكَ فَإِنّ كَثْرَةَ الضّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ”.
رواه الترمذي (2342)، وحسنه الألباني رحمه الله تعالى في صحيح سنن الترمذي رقم (1867).

Suatu ketika Rasulullah bersabda:”siapa yang mau mengambil petuahku, mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain ??
” ku katakan: “saya wahai Rasulullah” . Maka beliau segera mengambil tanganku dan menyebutkan lima petuah berharga:”

1.Jauhi perkara-perkara yang diharamkan niscaya engkau kan jadi orang paling taat ibadat.
2. Ridhoilah apa yang telah diberi Allah padamu niscaya engkau kan jadi orang terkaya.
3. Berbuat baiklah kepada tetangga,dirimu kan benar-benar menjadi seorang mukmin sejati.
4. Cintai kebaikan bagi manusia sebagaimana engkau mencintainya untuk dirimu sendiri, jika otu kau lakukan niscaya dirimu kan menjadi sosok muslim sejati.
5. Janganlah banyak tertawa,sebab ia kan mematikan hati”.( HR. Tirmizi dan disahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih Sunan Tirmizi.)

* * *
Dari keterangan Nabi kita pada poit yang kedua kita dapat mengambil pelajaran bahwa kiat menjadi orang terkaya ternyata tak perlu mengorbankan idealisme, melakukan hal yang diharamkan.

Tak perlu pula bergadang meretas malam menyingsing fajar mengejar dunia. Cukuplah anda merasa puas dengan apa yang kau miliki sebagai anugerah dari TUHAN niscaya kaulah orang yang paling kaya
Sekalipun dirimu hanyalah buruh kasar, pegawai rendahan dan menjadi jongos manusia.

Islam mengajarkan bagaimana seseorang menjadi orang yang terkaya di dunia ini, kekayaan yang mengalahkan raja-raja dunia,dengan segala istana dan gemerlap harta yang mereka miliki. Bagaimana caranya..??

Ridhoi segala pemberian Allah padamu. Dengan itulah engkau kan merasa cukup dan puas sekalipun tinggal digubuk derita ber-atapkan getah, berdindingkan tepas. Tidurmu kan pulas sekalipun tanpa Ac dan spring bed yang empuk. Makanmu kan lahap sekalipun berlaukkan ikan asin dan daun ubi tumbuk.

* * *

Hakikat orang kaya adalah orang yang tidak butuh kepada makhluk, bergantung padanya, menghiba-hiba mengharapkan belas-kasihnya.
Kenapa ia harus membutuhkan makhluk padahal ia telah merasa cukup dengan segala pemberian Allah.??

* * *

Hidup ini begitu indah jika kita menerima segala pemberian Tuhan dengan hati yang lapang,ikhlas rela dan qana’ah.

Apalagi jika membandingkan apa yang anda miliki dengan apa yang tidak dimiliki orang lain niscaya kan tambah besar kesyukuranmu dan bertambah-tambah bahagiamu.

Seseorang yang memiliki gaji kecil namun disyukuri dan berusaha memangkas segala keperluan dengan irit agar cukup, jauh lebih baik dari sesorang yang memiliki pendapatan yang besar namun terus merasa kurang dan banyak mengeluh.

Lebih miris lagi jika gaji tersebut berkaitan dengan amalan akhirat,seperti mengajar di sekolah Islam, mengajar ilmu agama dst..
Semangkin banyak keluhannya tentang gaji yang kecil semangkin berkurang bahkan mungkin terhapuslah semua ganjaran aktivitas taatnya.

Prinsip dasarnya dalam amalan akhirat firman Allah yang berbunyi:”

اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.QS. Yasin:21

Ketika guru terus-menerus mempermasalahkan gaji, membanding-bandingkan gajinya dengan gaji sahabatnya, maka apalagi yang diharapkan dari amalannya kecuali letih belaka.

Mengapa harus berburuk sangka jika orang-orang yang berada di Yayasan anda adalah orang-orang yang dipercaya,tidak berkhianat bahkan tidak digaji. Tidak mengambil keuntungan dari lembaga-lembaga yang mereka bina, kecuali hanya menerima pulsa tiap bulannya.Apalagi suuz zhan menganggap mereka kan menjadikan guru sebagai sapi perah.

La haula wala quwwata illa billahi.

* * *

Sifat selalu merasa kurang, biasa menghinggapi manusia. Manusia ini kebanyakannya selalu kufur dan tidak mensyukuri nikmat allah padanya,selalu melihat tetangga sampingnya lebih nikmat dan hebat. Ibarat kata pepatah “rumput tetangga lebih terasa hijau dan subur dibandingkan rumput sendiri”seperti itulah kondisi mereka.

Kalaupun lidahnya tidak bersuara, tetapi bahasa tubuhnya menggambarkan kecemburuan berat kepada orang lain yang seprofesi dengannya.

“Mengapa gajiku disamakan dengan si fulan..bukankah aku…bla..bla..sementara ia …bla..bla..bla..?

* * *
Dalam rumah tangga seringkali kecemburuan antar anak menyebabkan pertengkaran. Kecemburuan antar istri dan mertua sering juga menghancurkan pondasi rumah tangga.

Sering kita lihat,sang istri begitu cemburunya tatkala sang suami mengirim uang belanja kepada orang tuanya, memberikan hadiah-hadiah kepada keluarga dan kerabatnya. Padahal segala kebutuhan rumah tangga telah dicukupi suami bahkan berlebih.

Sebaliknya kadang sang ibu begitu iri kepada menantunya. Sejak puteranya menikah dengan wanita itu,ia merasa kasih perhatian puteranya berkurang dan memudar. Dengan berbagai cara ia berusaha merusak hubungan puteranya dengan istrinya itu. Hingha akhirnya sang anak menceraikan isteinya. La haula wala quwwata illa billahi.

* * *
Dalam konteks berpoligami,sering terjadi keributan antara istri disebabkan kecemburuan yang satu pada yang lainnya.

Idealnya setiap istri selalu bersyukur dengan apa yang diberikan suami padanya dan tidak membanding-bandingkan apa yang ia miliki dengan apa yang dimiliki madunya.

Tiap kali ia sibuk melihat dan memperhatikan segala yang dimiliki madunya, semangkin besar kecemburuannya dan kecurigaannya kepada suaminya. Itulah yang membuat hidupnya menjadi sempit dan hatinya semangkin menderita.

Padahal jika ia melihat ke bawah banyak para wanita yang harus bekerja keras menghidupi dirinya sendiri, belum bersuami karena belum berjodoh,ataupun menjanda.

Lihatlah betapa banyak kaum wanita yang ingin menikah namun belum ada yang datang melamarnya, banyak pula yang telah menjanda belum menikah kembali. Lihat betapa sulitnya mereka bekerja banting tulang peras keringat untuk mencari sesuap nasi.

Sementara anda wahai istri yang telah bersuami dan dinafkahi full oleh suami masih saja merasa kurang dan kurang. Sering menyusahkan suami dengan berbagai permintaan karena cemburu pada madunya..
La haula wala quwwata illa billahi…

* * *

Setiap pasangan hendaklah bersyukur telah dipasang-pasangkan oleh Allah. Jangan pernah bandingkan istri anda dengan istri orang.

“Betapa nikmatnya si fulan, istrinya cantik, pinter ngaji lagi..andai saja istriku, seperti istrinya, pastilah sempurna kebahagianku”

“Wah..hebat si fulanah,suaminya ganteng,hafiz quran,jago bahasa arab…tidak seperti suamiku yang tampangnya “pas-pas makan”..ngajinya masih iqra…”boro-boro” hafiz.
Andai saja suamiku dia….wah..dunia ini menjadi milikku”.

Kalaulah setiap orang mensyukuri tiap pasangannya,memaklumi kekurangannya,pastilah ungkapan semisal di atas takkan pernah ada..dan kebahagiaan senantiasa menyertai mereka.

Karena dasarnya setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Boleh jadi pasangan anda tidak begitu cantik bak artis, tetapi ia sholehah, cerdas dan pintar mengajar dan berdakwah.

Boleh jadi pasangan anda cantik wajahnya,namun tidak begitu perduli dengan urusan rumah tangga. Pakaian dan setrikaan selalu menggunung. Kamar tidur bak kapal pecah…membuat anda selalu kesal. Mau dicerai sayang…mau dipertahankan…melelahkan.

Boleh jadi pasangan anda jago mengaji, tampan,tapi tidak kreatif dalam membantu urusan rumah tangga, dan tidak bisa berbenah.

Sebaliknya ada pasangan yang tidak bagus mengaji, tidak banyak hafalannya, tidak tampan, tetapi ahli dalam berbenah urusan rumah tangga,pandai bertukang,mengecat,membangun rumah sendiri dan getol dalam mencari nafkah.

Begitulah manusia, ibarat kata pepatah:”tak ada gading yang tak retak”.

Jadi apa solusinya…??
Jawabannya: syukuri saja apa yang dianugerahkan Allah padamu, cobalah berfikir positif, selalu lihat ke bawah,dan jangan coba-coba bandingkan apa yang kau miliki dengan apa yang dimiliki orang lain.

Jika hal itu mampu kau lakukan,niscaya kau kan tidur nyenyak, makan enak dan hatimu dapat beristirahat full dari segala macam beban hasad dan iri.Kau akan sehat,tidak stress, selalu dapat pahala dengan bersyukurmu,dan pasti Allah aka tambahkan selalu nikmat-nikmat lain padamu.

Jika kau kufur,tidak pernah merasa puas,iri hati dan dengki,dendam dan hasad…tunggulah kebaikanmu akan terbakar habis sebagaimana terbakarnya kayu-kayu kering dilahap api.

Setelah itu…tunggulah murka Tuhan dan bersiaplah untuk menanggung derita atas segala nikmat yang akan Ia sita darimu dan dilimpahkan kepada orang lain yang pandai bersyukur.

Surabaya-Gersik, Sidayu 24 Syawwal 1436h/ 8 Agustus 2015

Abu Fairuz

Tulisan Terkait Lainnya