Pantun Daurah Pakan Baru

Kain songket tenunan puteri Dibawa bersama kain pelekat Dengan daurah ukhuwwah terpateri jalan sendiri da’i tersesat Tepung sagu di atas nampan Air mawar di dalam gantang Daurah ini sungguh berkesan Semoga sentiasa datang berulang Banjir datang dikala hujan Dari

Pantun Fatahillah

Fatahillah seorang pahlawan Melawan kafir penakluk Batavia Bila si kafir jadi pimpinan Tunggulah Tuhan turunkan murka Jayakarta nasibmu malang Dalam genggaman penista agama Di dalam Quran telah dilarang Memilih pemimpin penyembah berhala Ke Tanah Kusir naik delman Singgah sekejab

Pantun bertobat dan istighfar

Tanjung Kertang kampung nelayan Tuan ke sana akan kuturut Bertobat dikau insan budiman sebelum maut datang menjemput ke Air lingka lewat jembatan jembatan enam ada di ujung Kawan baik jadi panutan bila tuan ingin beruntung Ke Pulau rempang bertamasya

Pantun bersyukur

Indah nian burung tekukur Terbang ke ranting pohon delima Kunci bahagia adalah syukur Kufur nikmat bawa petaka Jangan ajari

Tahni’ah Atas Putera Sorong

Tahni'ah Atas Putera Sorong

TAHNI’AH ATAS PUTERA SORONG Hitam pekat warna jelaga Membumbung dari api jerami Tahniah atas Ustadz Firanda Dari kami kami

Pantun Haji

HAJI Lautan manusia padati Mekah… Melimpah ruah bagai air bah.. Datang dari seluruh arah.. Bersatu tanpa jurang pemisah.. Tiada

Pantun Petuah untuk Da’i

PANTUN PETUAH UNTUK DA’I Merantau musafir ke tanah Malaka Kaki letih tubuh pun penat Indah nian kumpul bersama Jalan

Pantun Kenangan Daurah

PANTUN KENANGAN DAURAH Tinggi mendaki jalan ke trawas Sangat berkabus di kala pagi Jadi dai haruslah ikhlas Bukanlah tenar