Madu dan Racun kehidupan

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 18 November 2014
Kategori: Tazkiyatun Nufus

 

Diantara manusia ada orang-orang yang senantiasa dirindu. Dengan senyumnya yang selalu terkembang, kebaikannya yang selalu tersebar, hartanya yang selalu dibagikan, nasehat dan petuah-petuahnya yang senantiasa menyejukkan, membuat kehadirannya selalu dinantikan manusia.

Hidupnya membuat carut-marut dunia menjadi indah dan bermakna. Merubah gelap menjadi terang, membuat dahaga dan lapar menjadi kenyang, menyulap kesedihan menjadi kebahagian, menghantarkan keberuntungan kepada setiap manusia dengan harta, jabatan, ilmu dan apa yang dimilikinya.

Kepergiannya adalah musibah, mengalirkan air-air mata, membuat langit cerah menjadi mendung, merubah oase menjadi kering. Inna lillahi wa inna ilahi rajiun.
Laksana lebah yang senantiasa mendatangkan kebaikan, membantu penyerbukan sebagian tumbuh-tumbuhan, menghisap saripati bunga dan mempersembahkan yang terbaik yang dia miliki untuk manusia berupa madu-madu yang manis dan berkhasiat. Hinggap ditempat yang baik-baik dan menghasilkan yang baik-baik. Kehadirannya ditunggu bunga dan tanaman, madunya dinantikan manusia.

Diantara manusia ada yang menjadi racun dalam hidup. Mengenalnya adalah mimpi buruk dalam hidup. Bersamanya laksana menenggak piala indah berisikan racun yang mematikan.

Dirinya adalah torehan tinta kelam yang merubah kertas putih menjadi hitam legam. Berpisah dengannya merubah lautan yang bergelombang menjadi badai yang memecah perahu bahkan karang.

Bersamanya adalah potongan dari denyut nadi kehidupan yang dipenuhi dengan onak-onak yang menikam perih dalam kulit. Sungguh ia bagaikan srigala berbulu domba, musang berbulu ayam, zahirnya tampak bagaikan lebah yang selalu memberi madu, tetapi dalamnya adalah kalajengking berbisa dan mematikan.

Licin bagaikan belut, penuh dengan tipu muslihat, tidak pernah berhenti untuk menciptakan makar dan api permusuhan dengan setiap orang yang mengenalnya. Dusta menjadi tabiat, dengki menjadi sifat, dendam menjadi kain pelekat.
Ahli beretorika, hebat dalam berdebat, handal dalam memukau lawan bicara, jago dalam meyakinkan manusia. Sekali mendengar anda akan terpukau dan menganggukan kepala, namun jika anda telusuri akan ketahuan “belangnya” bahwa dia adalah Dajjal bermata dua.

Perumpamaannya seperti dukun ataupun peramal yang bekerja sama dengan syaitan guna meracik satu kebenaran dengan seribu kedustaan. Ahli dalam mengadu domba dan memecah belah. Mengabdikan hidup hanya untuk mencari musuh dan lawan sebanyak-banyaknya.

Menyebutkan dirinya membuat orang menutup telinga dan menjauh karena jijik dengan perangainya. Semboyan hidupnya” hari ini si fulan jadi musuhku besok siapa lagi”?

Kepergiannya dinantikan orang banyak, hilangnya merubah awan gelap menjadi cerah. Membuat tawa dan senyum manusia mengembang, beban derita mereka menghilang, duka nestapa mereka lenyap.

Semoga anda dan kita semua terpelihara dari kejahatan syaitan dari jenis manusia yang seperti ini. Wallahul musta’an.

Batam 24 Muharram 1436 H/ 16 Nov 2014

Abu Fairuz

Tulisan Terkait Lainnya