Puisi Sang Abdun Faqir

Diposting oleh jundy priyana pada 25 February 2015
Kategori: Untaian syair

 

Sketsa Wajah Tanpa Bentuk

Malam merangkak.
Sketsa wajah tanpa bentuk terkadang menjelma…
Pada langit-langit kamar.
Menunggu ketentuan takdir.

Entah siapa dan dimana.
Bila dan bagaimana.
Sketsa itu berwujud di alam nyata.
Menjadi bagian dari hidup.

Bayang tak jelas,namun berkarakter.
Jejak tak tampak namun senantiasa hadir.
Dalam denyut nadi…
Pada detakan jantung….
Diantara dengus nafas…

Memompa semangat.
Menjadi inspirasi penggerak
Menuju asa .

Batam,12 Rabiul Akhir 1436/1 feb 2015

Abdun Faqir



Rindu

Titip rindu pada awan berarak.
Pada desiran bayu yang melintas sahara dan samudera.
Melewati lembah ngarai dan sungai.

Titip cinta pada kepak rajawali.
Pada kawanan bangau yang terbang membelah udara.
Sampaikan dawai-dawai rindu ini .
Kepada orang-orang yang tercinta..
Kepada belahan jiwa…
Kepada para pecinta ilmu..
Kepada taman-taman surga..

Bandara King Abdul Aziz Jeddah

5 Rabiuts Tsani 1436/25 Jan 2015.

Abdun Faqir



Harap

Menatap bingkai yang rusak.
Suram kaca penuh debu.
Angin yang berhembus kuat.
Jatuhkan frame berserpih-serpih.

Mencoba tata ulang frame itu.
Merekatkan kembali serpihan kaca.
Namun sia-sia..
Kaca tidak pernah utuh.
Tetap meninggalkan guratan-guratan.

Cermin tak seperti dulu lagi.
Bayangan padanya kian meredup.
Temaram senja kian memudar.
Berganti dengan pekatnya malam.

Semoga masih tersisa esok pagi yang cerah.
Semoga titian pelangi kembali terlihat selepas rinai hujan.
Semoga embun masih tetap setia meneteskan beningnya di dedaunan.

Mekah,4 Rabius Tsani 1436 h/24 Jan 2015.

Abdun Faqir



Mengering

Desir angin di padang tandus.
Sahara yang mengharap hujan turun.
Bahkan tiada awan.
Tiada embun.

Gersanglah bukit-bukit batu cadas
Kemaraupun smangkin dahsyat menjelang.
Rerumputan menguning.
Oase mengering.

Unta-unta menjadi kurus
Kambing-kambing menjadi ceking.
Pengembala harus bergegas.
Mencari kehidupan baru.

Tenda-tenda yang kusam.
Saksi bisu episode kehidupan yang telah berlalu.
Dengan segala suka.
Dengan segala duka.

 

Mekah,1 Rabiul Akhir 1436/21 Jan 2015

Abdun Faqir

 

Tulisan Terkait Lainnya