Sahabatku telah kembali

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 28 August 2016
Kategori: Aqidah Kisah

 

SAHABATKU TELAH KEMBALI

Allahu Akbar Allah Maha Besar, Dialah pemilik hidayah. Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dengan ilmu, hikmah dan keadilanNya, dan Dia pula yang memberi petunjuk dan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki dengan ilmu, Rahmat dan hikmahNya. Berliku jalan mengapai hidayah seseorang dan bercabang pula jalan tersesatnya seseorang.

Bertahun-tahun sahabatku dalam kegelapan kekufuran setelah terlahir dan dibesarkan dalam Islam, menjadi santri hingga tamat….
Kini ia harus kembali kepada fitrahnya, menjadi hamba Tuhan Yang satu, Al Ahad-As-Shomad…

Tuhan tempat bergantungnya makhluk, yang tidak butuh anak apalagi pasangan, Tuhan yang tiada satu makhlukpun dapat menyaingiNya dalam UluhiyyahNya, Rububiyahnya, maupun Asma dan Sifatnya.

Ia harus kembali meninggalkan Tuhan-tuhan yang berbilang, Tuhan yang wafat dikhianati musuh dan disalib, Tuhan yang terlahir dari rahim wanita, menyusu, makan dan minum untuk kemudian mengeluarkan sisa makanannya menjadi kotoran….

Tuhan yang maha lemah tak mampu melawan hamba-hambanya yang menyeretnya ke tiang gantungan..

Tuhan yang menjerit histeris meminta bantuan “Sang Bapak” yang begitu lemah tak kuasa menyelamatkan “PutraNya”…

Tuhan Yang Kejam, membiarkan PutraNya menjadi “tumbal” penebus dosa-dosa ummat manusia dan dosa warisan Bapak manusia yang turun-temurun dipikul anak cucunya.

* * *
Sahabatku telah kembali menjadi hamba bagi Tuhan Allah yang satu, Tuhannya para Nabi dan Rasul, Tuhannya Nuh, Ibrahim, Musa dan Tuhannya Isa bin Maryam yang berkata:
إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Sesungguhnya Allah, adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. Qs: Al Imran: 51.

Selamat kembali sahabat…
Selamat melantunkan ayat-ayat suci yang tidak pernah ternodai dengan tangan-tangan jahat para rahib dan Rabi..

Selamat kembali bersujud dan menangis dihadapanNya, selamat membasahi lidahmu dengan lantunan zikir menyebut namaNya…

Semoga kita seluruhnya dijaga dalam Agama fitrah ini hingga berjumpa denganNya kelak.

———————–
Batam,9 Zul Qa’dah 1437 / 12 Agustus 2016

Abu Fairuz Ahmad Ridwan My.

Tulisan Terkait Lainnya