Gara-gara Hutang

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 29 August 2016
Kategori: Pantun

 

GARA-GARA HUTANG

Kebutuhan manusia takkan pernah tercukupi.
Sekalipun hartanya bak lautan tak bertepi.
Jabatannya setinggi gunung merapi.
Emasnya sepenuh langit dan bumi.

Umurnya merangkak maju tak pernah mundur.
Uban di rambut kini mulai bertabur.
Kulit yang dulu kencang telah mengendur.
Gigi yang elok satu demi satu mulai gugur.
Semangkin dekatnya ia ke pintu kubur.

Namun ambisi dunia tak pernah hilang
Meski hutang keliling pinggang.
Tak mampu bayar dia menghilang.
Setelah habis bohongi orang.

Tak peduli sahabat maupun kerabat.
Tanpa terkecuali semua habis ia sikat.
Yang penting katanya “apa ku mau dapat”.
Walaupun akhirnya menuai laknat.

Karena itulah tak perlu heran.
Jika Nabi telah sebutkan .
Hadis sahih tak diragukan.
Dengan makna kuriwayatkan.

“Bila anak Adam lah punya satu lembah emas..
Ia takkan pernah merasa selamanya puas..
Ambisi meraih yang kedua tak pernah lepas..
Hingga jasad dibalut kapan dan kapas”.

Untuk memenuhi segala ambisi tersebut, sebagian orang nekat untuk hutang ke sana-sini.
Meskipun harus membayar “uang berbunga” dalam praktek ribawi.
Urusan halal dan haram itu perkara nanti.
Yang penting hajat kesampaian dan tertutupi.

Sebagian orang Ada yang bilang insaf kini.
Meminjam uang berbunga tidak lagi.
Naasnya waktu bayar tak pernah peduli.
Meski ditagih berkali-kali.

Muka tebal seperti beton.
Tahan malu berlagak “blo on”.
Hp “tu-la-lit” tak pernah ON.
jasad hilang dan tenggelam bak ikan salmon.

Kini kajian tak pernah datang.
Walau hanya sekali sepetang.
Berbohong nekat bukan kepalang.
Nasib si Milyarder si kaya hutang.

Ambil hikmah tulisan ini.
Agar kita terpelihara diri.
Dari hajat dan ambisi.
Membawa binasa di akhirat nanti.

———————————————–
Batam,5 Zulqa’dah 1437 / 8Agustus 2016

AF-AR-MY.

Tulisan Terkait Lainnya