Menjadi Ratu

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 4 February 2016
Kategori: Keluarga

 

MENJADI RATU

Ada iklan reklame sebuah merk minuman yang bagus dicermati: “ANDA ADALAH APA YANG ANDA MINUM”. kata-kata yang padat dan sarat dengan makna. Menggambarkan bahwa kesehatan seseorang itu begitu berkaitan eratnya dengan minuman apa yang dia konsumsi.

Dalam berumah tangga, biasanya suami itu adalah cerminan dari sikap istrinya terhadapnya.

Jika anda melihat ada seorang suami yang bajunya kusut-masay, rambutnya acak-acakan, penampilannya tidak rapi dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap….so pasti yakinkah bahwa sang istri tidak memperdulikan kebersihan.

Jika anda melihat, suami perlente, tampilannya selalu rapi, harum dan elegant…yakinilah bahwa sang istri sosok yang mencintai kebersihan dan kerapian.

Dalam hal sikap dan perangai, biasanya seperti itu pula keadaannya. Jika anda mendapati sang suami dermawan dan baik,gampang memberi,mencintai kebaikan…dst.,biasanya di belakngnya ada istri yang sholehah sebagai pendukungnya.

Tidak salah jika ada yang mengatakan: “orang-orang besar itu akan terlahir dari wanita-wanita berjiwa besar”. Dibalik orang-orang sukses, ada istri-istri dahsyat yang bekerja di belakang layar sebagai motivator handal.

Tidak terlahir pemimpin Handal sekaliber Muawiyah bin Abi Sofyan, kecuali di balik kebesarannya ada Sang Ibu Hindun Binti Utbah yang berkata, tatkala ada orang-orang yang memuji ketangkasan anaknya Muawiyah dan kelayakannya kelak menjadi pemimpin kaumnya: “sungguh celaka Muawiyah jika hanya mampu menjadi pemimpin kaumnya…tetapi ia kelak akan menjadi pemimpin dunia”.

Subhanallah…sungguh cita-cita besar yang membuat Muawiyah kelak benar-benar menjadi orang besar dan pemimpin dunia.

Keberhasilan dakwah Rasulullah tidak pernah kepas dari peran sang Istri teladan Khadijah binti Khuwailid yang telah mengorbankan segalanya untuk suaminya dan Islam.

Lihat pula sebaliknya peran Ummu Jamil yang senantiasa menjadi pendukung setia bahkan motivator ulung dibalik kekejian dan kekejaman perangai Abu Lahab terhadap keponakannya Muhammad.

* * *

Datang seorang istri mengadukan perilaku suaminya yang pada dasarnya baik dan bertanggung jawab, namun jika marah, dunia laksana “kiamat” dibuatnya. La haula wal quwwata illa billahi.

Sang istri mencela perangai buruk suaminya ini, padahal tanpa dia sadari bahwa perangai” marah”suaminya itu terkadang lahir dari sikapnya sendiri yang terkadang menjengkelkan sang suami, bahkan merendahkan sang suami.

Tiada api tanpa asap, tiada marah tanpa sebab. Kecuali jika sang suami telah berubah akalnya alias gila. Sebelum menyalahkan sang suami, selayaknya wanita terlebih dahulu mengintrospeksi dirinya, melihat sikap dan prilakunya terhadap sang suami.

Kaum lelaki, yang disifati dengan kekuatan fisik dan akal…hakikatnya begitu gampang ditaklukkan oleh makhluk yang maha lembut bernama wanita. Jika tidak demikian …mustahil Nabi kita bersabda: “aku tidak pernah melihat ada orang yang kurang akal dan agamanya, namun mampu melenyapkan akal lelaki yang terkuat sekalipun daripada kalian wahai kaum wanita”.

Betapa kelembutan wanita membuat “dungu” kaum pria hingga akhirnya bertekuk lutut melakukan berbagai tingkah laku yang bodoh dan membinasakan.

Apakah anda tidak tau diantara sebab hancurnya sebagian pejabat maupun konglomerat adalah skandal “wanita simpanan”?

* * *

Seorang istri yang bijak..jika ingin menjadi ratu dalam rumah tangganya, dimuliakan, dipuja dan dicinta sepanjang masa…hendaklah ia terlebih dahulu menjadikan suaminya bagaikan raja-raja di istana-istana.

Ibarat bahan bakar maka lelaki itu bagaikan “bensin” yang cepat terbakar dan meledak-ledak. Jikalah seorang istri tidak pandai menyiasatinya dengan kelembutan..niscaya ia akan terbakar dan membakar istrinya dengan kemarahan yang meluap-luap.

Secara kodrati, pria itu merasal lebih tinggi di atas wanita dan itu adalah hal yang wajar karena memang seperti itu fitrahnya yang telah diciptakan Allah. Dengan itu mereka dapat melindungi kaum wanita dan mengayomi mereka. Dalam konteks agama, Allah juga telah melebihkan pria atas wanita dalam kepemimpinan.

Ketika sang pemimpin merasa terlecehkan oleh anggotanya, disepelekan dan direndahkan…ia akan nekat melakukan segalanya untuk mempertahankan eksistensinya… walaupun dengan menceraikan orang yang menjadi teman hidupnya.

Bagi mereka…kemuliaan diri adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar..apapun resiko yang dihadapinya.

* * *

Menjadi SANG RATU dalam rumah tangga sebenarnya adalah hal yang sangat sederhana dan mudah dilakukan. Bagaiamana caranya??

Jawabnya….
jadikan suamimu bagaikan raja, hormati dan muliakan dia, junjung tinggi marwahnya di hadapan manusia, dan jangan sekali-kali kau bangkitkan kemarahannya dengan sikap angkuhmu, apalagi denagan menyebarkan aib dan kekurangannya.

Jika itu mampu kau lakukan…saya berani memberikan garansi abadi lintas tahun untukmu, bukan hanya garansi 1-3 tahun..tetapi garansi seumur hidup…engkau akan jadi ratu dalam hidupnya. Ia akan mencintaimu sepanjang masa, tergila-gila padamu dan siap melakukan apapun untukmu.

Batam, 15 Syawwal 1436 h/30 Juli 2015

Abu Fairuz

Tulisan Terkait Lainnya