BILA CINTA MENYAPA

Diposting oleh jundy priyana pada 5 January 2016
Kategori: Tazkiyatun Nufus

 

Bismillahirrahmanirrahim.

Cinta adalah sesuatu yang amat rumit didefenisikan. Tiada kata sepakat untuk menafsirkan hakikat cinta karena ia adalah lautan tak bertepi,samudera yang amat dalam.

Setiap orang yang ditanya tentangnya hanya mengekspresikan sebatas apa yang dia ketahui,rasakan dan arungi. Semangkin jauh ia mengayuh perahu, menyebrangi lautan dan melampaui pulau-pulau, semangkin dalam ia mendefenisikan cinta itu sendiri. Semangkin ia melaut,semangkin luas samudera cintanya.

Bagaimana mungkin sempurna mendefenisikannya, jikalah orang sekelas Ibnu Hazm an -Andalusi,dan Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah pun kesulitan merangkai kata-kata yang pas untuknya.

Berkata Ibn Hazm:”
الحب أوله هزل،وآخره جد،دقت معانيه لجلالتها أن توصف،فلاتدرك حقيقتها إلا بالمعاناة،وليس بمنكر في الديانة،ولا بمحظور في الشرع،إذ القلوب بيد الله عزوجل،وقد أحب من الخلفاء المهديين،والأئمة الراشدين كثير.
Cinta itu awalnya bergurau,akhirnya jadi sungguhan. Begitu agung dan dalam tak dapat didefenisikan. Hakikat cinta takkan pernah sempurna dijelaskan kecuali dengan susah payah.

Membahas cinta bukanlah sesuatu yang mungkar dalam agama, tidak pula terlarang. Hakikat cinta ada di hati, dan hati itu di tangan Allah-Yang Maha Perkasa dan Mulia-. Jikalah tercela,maka telah jatuh cinta banyak orang-orang mulia sekelas para khulafa’ -yang diatas petunjuk- dan para ulama yang terbimbing ”

Berkata penyair:”
إذا أنت لم تعشق ولم تدر ماالهوى
فأنت وعير في الفلاةِ سواء!
“Bila dirimu tak pernah jatuh cinta dan tidak memahami apa hakikatnya…
Apa bedamu dengan keledai pikul yang berjalan ditengah gurun yang luas..?

Cintalah yang membedakan manusia dari batu-batu cadas nan keras, karang yang kokoh, sahara yang tandus…

Bukankah perasaan itu yang telah mendera Nabi kita untuk mencintai Khadijah, Aisyah dan istri-istrinya. Bukankah perasaan sunyi tanpa kekasih yang membuat Allah ciptakan Hawa untuk Adam ?

Mau tidak mau,perasaan itu kan menyelinap ke dalam dirimu,dan tak mampu kau tolak, tak dapat kau hindari. Ketika ia singgah di hatimu barulah hukum syar’i akan berlaku atasmu.

Jika kau salurkan ia pada tempat yang halah,akan berbuah pahala, berbunga bahagia di dunia dan akhirat.

Jika ia kau salurkan pada tempat yang haram, dengan cara yang terlaknat,maka bersiaplah menuai derita dan memanen duka di dunia dan akhirat.

Griya Batuaji Asri, 23 Rabiu Awwal 1437/03 Jan 2016.

Abu Fairuz

Tulisan Terkait Lainnya