Untaian Syair ” Perahu “

Diposting oleh jundy priyana pada 23 February 2015
Kategori: Untaian syair

 

    Syair Perahu

Syair ini adalah madah
Dikala malam aku gubah
Ingatkan diri agar berubah
Dari haluan tiada arah

Hidup ini bagai perahu
Diatas ombak ia melaju
Ke satu pulau yang dituju
Dibawa riak menderu-deru

Gelombang dahsyat terkadang datang
Hantarkan perahu ke batu karang
Jikalah nakhoda pahamnya kurang
Alamat perahu bernasib malang

Bila nakhoda seorang nan lihai
Perahu kan selamat tiba di pantai
Tawa penumpang berderai-derai
Tiba dikampung disambut ramai

Perahu itu hanyalah umpama
Hidup manusia di bumi yang fana
Gelombang cobaan pasti melanda
Pertebal iman perbekal takwa

Perbaiki layar atur kemudi
Bawalah dayung serta temali
Ikuti angin kemana pergi
Sekali melaju pantang kembali

Ilmu umpama layar terkembang
Kemudi ibarat niat terpasang
Angin tamsilan syariat dipegang
Azam terhujam bersurut pantang

Perahu meretas samudera dalam
Tiada kompas pandangan rencam
Alamat tersesat bermalam-malam
Bekal pun habis nyawa terancam

Syubhat dan syahwat mesti dilintas
Tanpa pedoman nasibmu naas
Meraih surga asamu kandas
Merenggang azab dineraka panas

Jadikan Quran sebagai pedoman
Sunnah dan Ijma sebagai tuntunan
Hidup selamat sampai tujuan
Meraih ridho Tuhan yang Rahman.

Jika perahu berlabuh sejenak
Perbetuli layar janganlah koyak
Tempeli dindingnya memakai lemak
Agar perahu dipakai layak

Sesiapa hidup di mayapada
Tanpa dosa mustahil jua
Jadikan ilmu pembetul jiwa
Istigfar dan tobat pembalut luka

Inilah syair yang kutuliskan
Sebagai kenangan dihari depan
Tatkala nyawa berpisah badan
Terkubur bersama sejuta harapan.

Batam,20 Rabiul Akhir 1436/9 Feb 2015

Abu Fairuz

Madah=materi
Rencam=pandangan yang kabur
Mayapada=dunia

Tulisan Terkait Lainnya