Kasih Ibu Sepanjang Masa

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 8 February 2016
Kategori: Keluarga

 

KASIH IBU SEPANJANG MASA

Ia wanita tua yang telah kehilangan suami. Setelah suaminya wafat, puteranya yang telah berkeluarga, menitipkannya ke panti jompo. Ia tak mampu mengurusi sang ibu dengan banyaknya kesibukan mencari nafkah dan mengurusi kebutuhan anak dan istrinya.

Sejak ia menitipkan sang ibu di panti itu, atas dasar sibuk, ia tak pernah sempat mengunjungi sang ibu hingga akhirnya pengurus panti menghubunginya dan memberitahukan bahwa ibunya dalam kondisi sekarat.

Bergegas ia memacu kendaraannya untuk dapat segera menemui sang ibu sebelum ia wafat. Setibanya di sana ia memperhatikan tubuh ringkih berbalut tulang itu, benar-benar sekarat sedang merenggang nyawa.

Betapa gembira sang ibu menyambut kedatangan putera yang lama dirindukannya. Kemudian ia berpesan: “duhai puteraku, ku mohon padamu kelak untuk membelikan untuk panti jompo ini beberapa kipas angin, kulkas dan carikan pula seorang tukang masak”.

Sang anak heran dan bertanya: “duhai bunda, dalam kondisi seperti ini pun bunda masih sibuk memikirkan penghuni panti jompo ini, betapa mulianya hati bunda”.

Ia menjawab: “puteraku..berhari-hari diriku di sini dengan para penghuni panti kepanasan tak dapat tidur karena tidak ada kipas, berhari- hari pula kami di panti ini kelaparan karena tidak ada yang memasak. Daku khawatir jika kelak engkau tua sepertiku, dan diungsikan putera-puteramu ke tempat ini sebagaimana engkau mengungsikanku, engkau kepanasan dan kelaparan bermalam-malam seperti apa yang kurasakan”.

* * *

Dalam hidup ini, kita selalu lalai memberikan hak orang tua. Kita tidak memperhatikan kebutuhan mereka bahkan menyakiti hati mereka dengan perkataan dan perbuatan kita yang kasar. Namun lihatlah betapa kasih tulus mereka abadi sepanjang hayat menyertai kita.

Bagi anda yang masih memiliki orang tua, kasihi mereka dengan tulus, jangam kecewakan mereka di hari tua. Sesungguhnya apa yang kau lakukan terhadap orang tuamu sekarang, itu pula yang dilakukan anakmu padamu kelak.

——————-
Mekkah 28 Rabiul Akhir 1437H/ 07 Feb 2016

Abu fairuz

Tulisan Terkait Lainnya