Apa yang Anda Perbuat untuk Dakwah

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 14 February 2016
Kategori: Manhaj

 

APA YANG ANDA PERBUAT UNTUK DAKWAH

KEUTAMAAN DAKWAH
——————-
Dakwah adalah sebaik-baik amalan dan profesi.
Allah berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” QS: fussilat:33.

Kenapa demikian, jawabnya:

1. Dakwah adalah misi para rasul diutus, dan orang-orang yang mengikuti mereka.
Allah berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. Qs: An nahl 36.

2. Dakwah adalah ciri khusus ummat ini dan tugas pokok ummat.
Allah berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. kan mereka adalah orang-orang yang fasik. QS: Ali imran: 110.

Allah berfirman:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Qs. Ali Imran 104
Nabi bersabda:
من رأى منكم منكرافليغيره بيده…
Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaklah merubahnya dengan tangannya, jika tidak sanggup maka dengam lisannya, jika tidak sanggup maka dengan hatinya”.

3. Dakwah sebab datangnya pertolongan Allah dan kemenangan dan kebaikan dunia akhirat. Dalam ayat di atas “merekalah orang-orang yg beruntung”
Bersabda Rasulullah:

: (إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ ، وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ ، وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ ، وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ ، سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ) .رواه أحمد وابو داود وصححه الالباني.

Jika kalian berjual beli dengan sistem inah (riba) dan kalian mengikuti ekor-ekor sapi, kalian ridho dengan sawah ladang dan kalian meninggalkan jihad, Allah akan timpakan kehinaan yang tidak akan Ia cabut hingga kalian kembali kepada agama kalian”.

Kemenangan ditentukan dengan jihad, dan jihad yang terbesar adalah dakwah.

Berkata syeikh Al-Albani : kemenangan ummat dengan tasfiyah dan tarbiyah.

4. Dakwah adalah amalan yang terus mengalir pahalanya:
: (( سبع يجري للعبد أجرهن وهو في قبره بعد موته :من عَلّم علماً, أو أجرى نهراً , أو حفر بئراً , أو غرس نخلاً , أو بنى مسجداً , أو ورّث مصحفاً , أو ترك ولداً يستغفر له بعد موته )) [ حسنه الألباني رحمه الله في صحيح الجامع برقم :3596].

7 perkara yang terus mengalir pahalanya kepada hamba sekalipun ia telah terkubur, yaitu orang yg mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanam pohon, membangun masjid, menyedekahkan mushaf, meninggalkan anak sholeh yang mendoakannya setelah wafatnya”.

Hukum berdakwah
—————-
Hukum dasarnya adalah fardhu ain, dan terkadang menjadi fardhu kifayah sesuai kondisi.
-menjadi fardhu ain berdakwah sekemampuan mengajak manusia berdakwah kepada tauhid.
-menjadi fardhu kifayah dalam menjelaskan detail tentang agama ini, kaedah-kaedahnya, dan dhabit-dhabitnya.

Para sahabat semuanya berdakwah kepada tauhid. Dengan dakwah merekalah berbondong-bondong orang masuk Islam dan beragama tauhid.

Kisah Thufail bin Amr ad-Dausi yang berdakwah kepada kaumnya, setalah melihat kaumnya tidak mendengar, ia datang kepada Nabi agar Nabi berdoa menghancurkan Suku Daus, Namun Nabi malah berdoa; “Ya Allah tunjukilah Daus…” maka dengan doa tersebut Tufhail kembali kepada kaumnya berdakwah dan masuklah dalam Iislam 70 rumah tangga dari suku Daus.

Ini menunjukkan para sahabat berdakwah kpd Tauhid.

POINT-POINT AGAR DAKWAH MENJADI BERKAH
————————————
1. Ikhlas dalam berdakwah, dan dia sesuatu yang terdapat dalam hati bukan lisan. Ikhlas dalam dakwah:
A. Dakwah kepada Agama, tauhid, kepada Sunnah bukan kepada Jama’ah, kepada individu…
Kisah Ali dalam peperangan: “kepada Apa saya berdakwah?
B.Mengharap pahala dari Allah,Allah berfirman:

فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)”QS: Yunus : 72.

Ikhlas dalam 3 hal, sebelum beramal, sedang beramal, setelah beramal.

2. Karakter dakwah lembut dan kasih sayang, hendaklah da’i berdakwah dgn lemah lembut dan kasih sayang.
Kisah seorang guru yg dicintai murid-muridnya karena kasih dan cintanya kepada murid-muridnya.

3. Hendaklah Da’i selalu berdoa kepada Allah.
Kisah seorang da’i yang sukses dalam dakwahnya disiang hari karena selalu berdoa untuk orang-orang yang ia dakwahi di malam hari.

4. Dakwah hanya mampu dilakoni orang-orang khusus yang memiliki kesabaran.

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.Qs:At taubah: 41.

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Qs: aat taubah : 42.

2 ayat di atas menunjukkan bahwa dakwah adalah pekerjaan berat yang hanya mampu diemban orang-orang yang sabar.

MUSUH-MUSUH DAKWAH
———————–

Musuh dakwah ada yang datang dari luar:
1. Kaum kuffar dari luar Islam
2. Ahlul ahwa wal bida’.

Musuh dari dalam
1. Persaingan dalam dakwah, untuk kedudukan, popularitas…
Berkata Imam Ahmad: “penyakit yang paling berbahaya bagi orang-orang yang diberi ilmu adalah hasad. Hasad antara para penimba ilmu lebih dahsyat dibandingkan hasad sesama juru dakwah.

2. Kecintaan kepada dunia.
Berkata syeikh Muqbil: ahlu sunnah akidahnya satu dan misinya satu, tidak ada bagi mereka musuh kecuali tiga hal:
1. kejahilan
2. Sedikitnya ilmu
3. kedengkian dan iri.

-Dakwah adalah menyeru orang.
-dakwah bukan hiburan seperti artis.
-dakwah harus memiliki kemampuan mengarahkan dan memimpin manusia.
-dakwah membutuhkan ilmu komunikasi.

APA YANG KAU LAKUKAN UNTUK DAKWAH
——————————–
sikap manusia dalam berdakwah:

-Selalu menghukumi orang dengam berbagai gelar: “ini adalah hizbi, ahlu bid’ah, ahlu maksiat dll”.
Dalam hal ini, semua orang begitu mudah untuk memvonis.
-Berupaya senantiasa menjadikan dakwahnya bertumpu, bagaimana caranya ia berupaya merubah manusia, dari kesyirikan kepada tauhid, dari bid’ah kepada sunnah.

Mereka inilah yang disebut sebagai pembuka pintu kebaikan.

Bersabda Nabi;

( إنَّ من الناس ناساً مفاتيح للخير مغاليق للشر، وإنَّ من الناس ناساً مفاتيح للشر مغاليق للخير، فطوبى لمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه، وويل لمن جعل الله مفاتيح الشر على يديه )رواه ابن ماجه وصححه الالباني:

Sesungguhnya ada di antara manusia ada orang-orang yang menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup kejelekan, di antara manusia ada yang menjadi kunci pembuka kejelekan dan penutup kebaikan, beruntunglah orang2 yang dijadikan Allah sebagai pembuka kebaikan dan celakaklah orang-orang yang dijadikan Allah sebagai pembuka pintu kejelekan dengan dua tangannya.

Makna pembuka pintu kebaikan ada dua:

Pertama: Orang-orang yang Allah inginkan bagi mereka kebaikan, mereka itu:
1. Orang yang fakih dalam agama,
من يرد الله به خيرا يفقه في الدين
2. Orang yang melakukan segala kebaikan
من يرد الله به خيرا استعمله
Barang siapa yang Allah inginkan baginya kebaikan Allah akan jadikan beramal sebelum wafatnya.
3. Orang yang diuji dengan penyakit.
من يرد الله به خيرا يصب منه
Barangsiapa yang Allah inginkan baginya kebaikan Allah akan uji ia dengan penyakit.

Kedua: orang-orang yang menjadi wasilah bagi orang lain sebagai pembuka kebaikan,mereka itu:

1. Para Nabi.
2. Para sahabat.
3. Para ulama.
4. Orang-orang yang punya harta.
من جهز غازيا فقد غزا
Barang siapa yang menyiapkan pasukan untuk berperang seolah mereka sendiri turut berperang.
5. Pemilik keahlian, seperti ahli IT yang menyebarkan dakwah dengan radio, tv, komputer, para arsitek dll.
6. Para penguasa yang menjadi wasilah untuk kebaikan.
7. Doa orang-orang yang lemah dan kaum fakir miskin, dengan keikhlasan mereka.
إن الله ينصر هذه الامة بضعفائها
“Sesungguhnya Allah menangkan ummat ini dengan orang-orang lemahnya”.

Dua pintu kebaikan bagi orang miskin
——————————–
1. dengan adanya mereka terbukalah pintu kebaikan infaq bagi orang2 kaya. Sebagaimana terbuka pintu kebaikan bagi orang berilmu dengan adanya orang2 jahil.
2. Orang miskin doanya lebih mustajab.
Di hari kiamat, merekalah yang pertama meminumnya adalah kaum faqir dari golongan kaum muhajirin.

Kesimpulan
———
-tiap muslim wajib ambil bagian dalam dakwah ini.
-bukan malah mengambil manfaat dunia dari dakwah.

Wallahu a’lam

————–
Summari kajian Ustadz Abu Qatadah, di Masjid Sabilun Najah, 4 Jumada Ula 1437/13 Feb 2016.

Disimpulkan oleh: Abu fairuz.

Tulisan Terkait Lainnya