Dia Bukan Jodohmu

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 18 August 2015
Kategori: Kisah

 

IA BUKAN JODOHMU

Hidup ini penuh teka-teki yang telah digariskan oleh Allah. Manusia hanya punya kemampuan untuk berikhtiar,tetapi Allah jualah Sang penentu segala skenario yang dibintangi oleh anak manusia.

Terkadang anak manusia bergembira dengan peran-peran yang sesuai dengan keinginannya,dan terkadang ia harus kecewa dengan peran-peran yang tidak sesuai selera dan keinginan hatinya.

Hanya iman kepada takdir sajalah yang mampu membuat anak manusia rela dan ikhlas dengan segala peran yang telah di gariskanNya. Keyakinannya bahwa Tuhan tidak pernah berniat menzalimi dirinya yang dapat membuat hamba selau berprasangka baik dengan peran yang dilakoninya.

* * *

Tak pernah kusangka bahwa lamaran sahabatku yang tadi siang kusampaikan kepada salah seorang akhwat muridku…disambut baik.

Malam ini,jam sepuluh malam,ketika aku mulai berbaring…pintu rumahku di ketok salah seorang muridku, ia berkata:” alhamdulillah ustadz..si fulanah menerima lamaran teman antum “.

Hampir tak percaya,ku tanyakan berulang-ulang:”benar ia setuju?. “Benar ustadz,fulanah udah setuju”jawabnya.

Segera kuberitakan pada sahabatku berita gembira ini. Bayangkan, begitu cepat proses itu terjadi,baru tadi siang ia memberanikan diri utk melamar gadis itu,malam ini sang gadis telah pula menyetujui.

Kupastikan kembali berita itu dan ingin segera kusampaikan pada orang tuanya, namun gadis tersebut berjanji akan memberi tahukan langsung kepada orang tuanya dan meminta persetujuan keduanya.

Setelah memberitahukan orang tuanya, mereka menyarankan agar putri mereka pulang terlebih dahulu utk bertemu sang ibu dan kerabat dikampung.

Beberapa saat setelah itu,sahabatku menghubungi orang tua sang gadis dan berjanji akan langsung datang menemui mereka.

Jarak antara sahabtku dan gadis tersebut lumayan jauh, dipisahkan lautan dan samudera. Mereka tinggal berlainan pulau.

Satu jam setengah diudara, dan dua jam perjalan darat dan laut..tibalah mereka dirumah orang tua sang gadis. Sahabtku dan rombongan diterima hangat warga kampung dan kerabaat sang gadis. Lebih hebatnya, malam itu juga dilangsungkan akad pernikahan antara sahabtku dan gadis tersebut, meskipun ia masih berada di ma’hadku dan pernikahan yang sakral tersebut berjalan tanpa kehadirannya.

Allahu akbar, betapa gembiranya hatiku atas pernikahan yang begitu mudah dan cepat tersebut. Apalagi pernikahan ini bukankah hal yang biasa ….karena si gadis mau dipersunting oleh temanku sebagai istri yang kedua.

* * *

Selepas sahabatku kembali ke kotanya,segera kuhimbau ia agar segera datang untuk merayakan walimahannya. Meskipun sederhana…aku berusaha membuat acara walimah kecil-kecilan untuk memeriahkan pernikahan mereka. Tanpa kusadari ternyata banyak para ikhwan yang datang membuat aku perintahkan sahabatku untuk menambah lagi makanan bagi para tamu.

Walimah di pondokku berjalan dengan penuh khidmah,dan alhamdulillah ada seseorang ustad yng turut datang memberikan sedikit ceramah tentang pernikahan.

Selang beberapa saat,orang tua sang gadis datang ke pondokku untuk menjemput putrinya akan di bawa pulang bertemu kerabat,karena jika telah lembali ke kota suaminya boleh jadi lama baru dapat pulang ke kampungnya.

Betapa bahagianya sahabatku, karena kini ia telah menikah yang kedua untuk menghidupkan sunnah Nabi yang banyak sibenci kaum wanita ini, bahkan istri pertamanya sendiri yang pergi membawa istri barunya membeli cincin perkawinan.

Hari itu sahabatku datang ke ma’had untuk menjemput istri barunya agar diperkenalkan kepada kerabat-kerabatnya. Ku katakan agar segera mengembalikannya waktu sore,sebab orang tuanya akan datang ingin menjemputnya.

Hari itu adalah hari pertama sahabatku membawa istri barunya berjalan-jalan berdua. Aduhai….betapa indahnya berpacaran setelah pernikahan. Tidak seperti kebanyakan orang-orang yang telah berdua-duaan membawa pacarnya kemana ia mau dan terkadang musafir dengannya tanpa mahram berhari-hari.

Karena itulah anda tak perlu heran semangkin meningkatnya kasus perzinahan dan semangkin melambung tinggi problema aborsi dan meningkat pula kasus bayi-bayi yang tewas dibuang orang tuanya sendiri. Ada yang di buang di hutan, ada yang ditenggelamkan di danau, ada pula yang ditanam hidup-hidup. Persis seperti zaman Jahiliyyah.

* * *

Singkat cerita,gadis yang telah menjadi pengantin baru itu kembali ke negeri asalnya dengan ayahnya. Selepas bertemu kerabat kelak akam diantar lagi ke tempat suaminya.

Hari pertama berpisah,sungguh berat bagi keduanya,maklumlah mereka baru saja merasakan manisnya cinta. Bahkan keduanya bel sempat bsrkumpul sebagaimana layaknya suami istri.

Berkali-kali mereka berhubungan via handphone untuk sekedar melepas kerinduan masing-masing. Sunggimuh percintaan yang dihalakan dan mendatangkan pahala.

Hari-berganti hari,sahabatku kehilangan kontak dengan istri barunya. Entah apa gerangan yang terjadi dengan dirinya di seberang pulau sana,kenapa tidak bisa dihubungi dan menghubungi??sahabatku hidup dalam cemas dan harap.

Selang beberapa hari, sahabatku mendapat berita yang sangat membuatnya sedih. Lebih ringan banginya langit runtuh daripada harus mendengarkan berita pahit ini. Lebih ringan rasanya ditenggelamkan ke dalam bumi daripada menghadapi kenyataan yang pedih ini.
Apa gerangan yang terjadi….???

Ternyata kepulangan istrinya ke tengah-tengah keluarga, telah merubah segalanya. Kekasih hatinya telah berubah menjadi orang yang paling dibencinya.

Entah siapa yang merubah keputusan yang diambil istrinya? entah siapa yang merusak pendirian istrinya.? Sang istri minta agar pernikahan mereka dibatalkan saja. Lebih menyakitkan lagi, ia berkata bahwa pernikahnnya dengan sahabtku hanyalah karena terpaksa dan dipaksa. La haula wala quwwata illa billahi..

Duhai Tuhan..engkau mengetahui bahwa pernikahan sahabatku itu murni tanpa paksaan. Aku masih ingat ketika pintu rumahku di ketuk malam hari menyatakan ia siap menerima sahabatku, dan siap dipoligami.

Duhai Tuhan…aku tidak mengetahui apa yang terjadi dengan istriku tatkala tiba di negerinya
Aku pun tidak tau pula siapa yang telah mempengaruhinya.

Namun ku yakin bahwa inilah garis tangan yang telah Kau gambarkan di alam azali, Engkaulah yang membolak-balikkan hati manusia. Engkaulah yang telah menjodohkan hamba-hambaMu dengan pasangan-pasangannya.

Kusadarkan sahabatku dari kesedihannya,semoga dibalik semua musibah ini terkandung sejuta hikmah yang dapat dipetik. “Jikalah ia memang jodohmu, pasti kalian akan dipersatukan Allah kembali,jikalah ia bukan jodohmu,sungguh Allah telah siapkan untukmu dan untuknya pasangan yang terbaik”.

Bulan masih setia dengan sinar peraknya menerangi mayapada. Awan berarak dihusung sang bayu. Malam semangkin pekat merayap menuju subuh,berjalan sebagaimana yang telah dititahkan Tuhannya. Demikianlah Allah putarkan siang dan malam,dengan segala problematika anak manusia yang tiada pernah berhenti hingga kelak datang masanaya ditiupkannya sangkakala.

Dikisahkan oleh sahabatku dan disadur ulang dengan bahasa bebas.

Senja-Kota wisata,Cibubur 30 Syawwal 1436 h/15 Agustus 2015 h

Abu Fairuz.

Tulisan Terkait Lainnya