Renungan kematian

Diposting oleh Ustadz Abu Fairuz pada 27 November 2011
Kategori: Tazkiyatun Nufus Tags:

 

Hanya Allah yang berkekalan

Allah telah menetapkan kematian adalah ujung dari perjalanan anak Adam di dunia ini. ‎Semua manusia dan apa yang ada di bumi ini akan binasa,segala kenikmatan yang ada ‎padanya akan berakhir. Jabatan, harta, pengikut, anak maupun istri akan segera ‎ditinggalkan seseorang, betapa dahsyatnya kekuasaan Firaun di masanya, kehebatan ‎Haman dengan jabatannya, kesuksekan Qarun dengan hartanya….semuanya berakhir dan ‎sirna dengan kematian.‎

Mana gedung-gedung mewah yang diukir kaum Tsamud dari gunung-gunung kokoh ‎menjulang?! Mana kejayaan kaum Ad, dan kaum Nuh?! Mana harta dan pengikut yang ‎dimiliki Abu Lahab dan Abu Jahal?!……Mana kemegahan istana Persia dan Romawi…?!‎
Mana kekayaan penduduk negeri Saba’ dengan bendungan raksasa Ma’rib ‎nya?….semuanya telah hancur dan binasa.‎

Allah telah menetapkan bahwa Dia saja yang berkekalan.Allah berfirman:‎

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
“Segala sesuatu yang ada diatasnya akan Binasa dan Berkekalanlah wajahTuhanmu ‎Pemilik kemulian dan kehormatan”. QS. Ar-Rahman: 26-27.‎
Dia telah menetapkan kematian pada segenap makhluknya, bahkan kepada para Nabi dan ‎Rasul serta wali-waliNya tanpa pandang bulu. Allah berfirman:‎

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ
‎“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian”. QS.Al-Imran: 185.‎

وَجَاءتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ‎ ‎
“Datanglah skaratul maut dengan hak, itulah yang kalian berlari darinya “. QS.Qaf:19.‎

Adakah orang yang mengingkari bahwa kematian pasti menjemputnya? Adakah yang ‎menolak ketika liang lahat yang sempit dan gelap menjadi rumah baginya suatu hari ‎kelak? Adakah yang mampu menolak ketika ajal datang menjemputnya?.‎

فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ
‎“Apabila datang ajal maka mereka tidak mampu mengakhirkannya sedikit juapun tidak ‎pula memajukannya”. QS.Al-A’raf: 34.‎

Apa yang membuat kamu sombong wahai manusia? Akan datang masanya cacing-cacing ‎yang kau hinakan akan memakan tubuhmu yang kau banggakan. Bumi yang kau injak-‎injak setiap hari ini dengan kepongahanmu akan datang suatu masa akan menyimpanmu ‎dalam perutnya. Apa yang membuatmu lalai dan lengah sementara kematian tidak akan ‎pernah izin permisi terlebih dahulu ketika datang menjemputmu?!‎

Kematian bukanlah akhir dari segalanya

Salah besar jika ada yang beranggapan kematian adalah akhir dari segalanya, tetapi ‎setelah itu akan bermula episode kehidupan baru yang hakiki. Barang siapa yang sukses ‎di kehidupan itu itulah sebenar-benar kesuksesan dan barang yang siapa yang gagal maka ‎itulah sebenar-benar kegagalan. Pada kehidupan kedua itulah manusia akan menemui ‎hisab, hari berbangkit, mahsyar, shirat, surga atau neraka—iyazan billah-.‎

Kalaulah kematian akhir dari segalanya, maka tidak ada hikmahnya Allah yang telah ‎menciptakan makhluknya, dan akan sama saja seluruh manusia di sana, tidak ada ‎keistimewaan arang-orang beriman di dunia ini yang bersusah payah menundukkan hawa ‎nafsunya untuk mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya dengan bajingan ‎tengik yang mengisi lembaran hidupnya dengan kezaliman dan kejahatan. Akan sama ‎antara seorang alim, ahli ibadah dan orang-orang ahli zuhud dan wara dengan para ‎perampok, penyamun, pembunuh, para koruptor maupun pelacur murahan, tidak ada ‎bedanya para pejuang agama Allah yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk ‎Allah dengan para musuh-musuh agama Allah yang menghalangi manusia dari agama ‎Allah, dan akan sama para ahli tauhid dengan para orang-orang kafir maupun para atheis ‎yang mengingkari semua agama dan mengingkari Tuhan. Allah berfirman:‎

زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَن لَّن يُبْعَثُوا۟ ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ

“Orang-orang kafir mengganggap mereka tidak akan dibangkitkan kembali(setelah mati) ‎katakan: sekali-kali tidak-demi Rabku- pasti kalian akan dibangkitkan dan diberitahukan ‎tentang apa yang kalian perbuat dan hal itu begitu mudahnya bagi Allah.” QS. At-‎Taghabun: 7.‎

Datang seorang musyrik kota Mekah kepada Nabi shallallahu ’alaihi wasallam membawa tulang-belulang yang ‎telah hancur bercampur dengan debu sembari berkata:” Wahai Muhammad, siapakah ‎yang sanggup mengembalikan tulang-belulang yang telah hancur ini? Maka Allah ‎turunkan ayatnya:‎

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًۭا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌۭ
قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

“ Dan dia memberikan kepada kami permisalan dan dia melupakan ‎‎(bagaimana)penciptaan dirinya dan berkata:siapa yang mampu menghidupkan kembali ‎tulang-belulang yang telah hancur ini?!katakanlah: Yang akan menghidupkannya adalah ‎‎(Tuhan)yang telah menciptakannya pertama kali dan Dia Maha Mengetahui atas segala ‎ciptaannyanNya”. QS. Yasin: 78-79.‎

Berkata seorang penyair:”‎

ولو أنا إذا متنا تركنا لكان الموت غابة كل حي
ولكنا إذا متنا بعـــثناونسأل‏
“Kalaulah saja jika kita mati kita akan dibiarkan begitu saja maka kematian adalah ‎tujuan setiap orang yang hidup.Tapi jika kita mati kita akan dibangkitkan dan ditanya ”.‎

Kematian adalah musibah terbesar bagi seseorang

Allah telah menamakan kematian dengan nama Musibah dalam firmannya:‎

فَأَصَابَتْكُم مُّصِيبَةُ الْمَوْتِ
“Maka datang kepada kalian musibah kematian”. QS. Al_maidah 106. Maka setiap jiwa ‎yang mati akan menyesal dengan apa yang telah terluput bagi mereka di dunia. Sampai ‎ahli Ibadah yang taatpun akan menyesal kenapa tidak lebih banyak lagi beramal ketika ‎hidup di dunia, apalagi para pelaku maksiat dan orang-orang kafir dan munafik, mereka ‎berandai-andai sekiranya boleh dikembalikan hidup di dunia walaupun sesaat.

Namun ‎saying seribu kali sayang, kesempatan telah lewat, dan mustahil kembali ke masa lalu. ‎Allah berfirman:‎

حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ
‎لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم ‏بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Hingga tatkala kematian datang kepada salah seorang mereka, (dengan segala ‎penyesalan)mereka berkata:wahai Rabb…kembalikan aku (ke dunia) agar aku beramal ‎sholeh yang dahulu kutinggalkan”, sekali-kali tidak itu hanyalah ungkapan mereka saja, ‎dan dibelakang mereka ada pemisah hingga hari mereka dibangkitkan”. QS. Al-‎Mukminun: 99-100.‎

Ingatlah selalu penghancur segala kenikmatan hidup
Wahai anak adam… ingatlah selalu kematian yang akan menghancurkan segala ‎kenikmatan hidup yang kau rasakan. Ingatlah kematian yang menghancurkan segala ‎mimpi-mimpi duniamu yang fana. Ingatlah kematian yang akan membuat istri-ietrimu ‎menjadi janda-janda dan anak-anakmu menjadi yatim. Ingatlah kematian yang ‎membuatmu dengan paksa akan meninggalkan segala jabatan yang miliki, harta yang kau ‎punya dan pengikut-pengikut setiamu. Bersabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:‎

أكثروا ذكر هاذم اللذات‎ ‎
“perbanyaklah mengingat penghancur segala kenikmatan yaitu kematian”. HR. At-‎Tirmizi dan dia menghasankannya.‎

Orang-orang yang cerdas dan bijak

Orang-orang yang cerdas dalam pandangan agama bukanlah orang yang berhasil dalam ‎jabatan politiknya, bukan pula yang berhasil dalam dunia bisnisnya tuk menumpuk-‎numpuk harta….orang yang cerdas dan bijak adalah orang yang senantiasa ingat ‎kematian yang dapat mengontrol segala tingkah lakuknya di dunia untuk tidak bermaksiat ‎menentang Allah dan RasulNya, membuatnya akan senantiasa zuhud memandang dunia ‎dengan gemerlapnya yang menipu.

Dari Ibnu Umarradhiallahu ’anhu dia berkata:”aku datang menemui ‎Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam satu dari sepuluh orang sahabat, maka berdirilah seorang lelaki dari ‎golongan Anshar dan bertanya:” wahai Nabi, siapakah gerangan orang yang paling cerdik ‎dan bijak? Maka beliau menjawab:”‎

أكثرهم ذكراً للموت، وأكثرهم استعداداً للموت، أولئك الأكياس، ذهبوا بشرف الدنيا وكرامة الآخرة‎ ‎

“Mereka adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan yang paling banyak ‎berbekal untuk kematian, merekalah yang pegi meninggalkan dunia ini dengan mulia dan ‎kemulian di akhirat.HR. Thabrani dan di hasankah oleh Al-Munziri.‎

Faedah mengingat kematian

Banyak sekali faedah yang dapat dituai dari mengingat kematian yang ringkasnya:‎
• Membuat seseorang bersiap-siap berbekal dengan ibadah untuk menyambutmu
• Membuat pendek angan-angan yang menghilangkan ambisi berlebihan terhadap ‎dunia ini, sebab segala kerusakan datang dari ambisi yang berelebihan inggin ‎mengikatami dunia ini.‎
• Membuat zuhud terhadap dunia,sebagaimana Anas meriwayatkan bahwa Nabi ‎pernah bersabda:

فإنه ما ذكره أحد في ضيق من العيش إلا وسعه، ولا في سعة إلا ضيقه عليه

”Sesunguhnya tidaklah mengingat kematian kecuali membuat hidup yang sempit ‎menjadi terasa lapang, tidak pula orang yang hidup dengan kelapangan rezeki ‎kecuali merasa sempit baginya(karena merasa akan di tinggalkannya)”.HR. Bazzar ‎dan di hasankan oleh Almunziri.‎
• Membuat seseorang akan cinta negeri akhirat dan membuatnya banyak ‎berbuat taat.‎
• Meringankan segala musibah yang dideritanya di dunia ini, karena yakin ‎dengan kematian akan lepas penderitaan hidupnya, dan akan memperoleh ‎kebahagian jika dia telah berbekal untuk itu.‎
• Menahan dirinya dari segala kezaliman yang akan dia lakukan.‎
• Tidak begitu perduli dengan bermegah-megah di dalam dunia ini, karena ‎semuanya semu dan segera ditinggalkannya.‎
• Melembutkan hati, membuat mata senantiasa berurai air, teringat dengan ‎segala dosa-dosa yang dia khawatirkan akan membinasakannya di alam ‎akhirat.‎
• Membuat sesorang segera bertaubat karena khawatir kematian merenggut ‎dirinya dalam kelalaiannya.‎
• Membuat orang akan senantiasa merendahkan diri, tawadhu dan tidak merasa ‎sombong dengan apa yang dimiliki dari gemerlap dunia dan kekuasaan, sebab ‎dia tau semuanya hanyalah titipan yang akan segera kembali kepada ‎pemiliknya.‎
• Memudahkan seseorang untuk senantiasa menjadi pemaaf terhadap saudara-‎saudaranya dan mudah memberikan uzur bagi mereka, sebab dia menganggap ‎hidup di dunia ini hanyalah sementara, biarlah dia lebih banyak mengalah ‎terhadap saudara-saudaranya dalam hal dunia, daripada ngotot dan ‎bermusuhan karenanya.‎

Batam, Ahad, 27 November 2011 / 2 Muharram 1433 H
Abu Fairuz

Tulisan Terkait Lainnya