Temaram jingga di ufuk Barat

Diposting oleh jundy priyana pada 12 May 2015
Kategori: Kisah

 

Luapan gembira merasuki seluruh relung-relung hatinya mendengar seorang guru pengajar di salah satu sekolah ternama ingin segera mempersuntingnya. Dahsyatnya angin utara yang memecah gelombang ditengah lautan dengan riak-riaknya yang memutih,terasa indah dipelupuk matanya. Seindah hari walimah yang dinanti.

Hari-hari menjadi terasa begitu panjang baginya. Malam-malam begitu lambat merangkak berganti subuh. Seolah jarum jam berhenti berdetak. Betapa penantian itu menyiksa dirinya.

Persiapan perhelatan mulai dilakukan sejak jauh-jauh hari. Di pulau itu telah menjadi kebiasaan masyarakat bahwa perhelatan adalah moment terindah dalam hidup mereka mengalahkan segala moment bahkan mengalahkan moment hari raya. pada saat itulah segala kegembiraan tertumpah. Apalagi sebelum dakwah masuk ke pulau itu. Pesta pernikahan adalah ajang berkumpul ria nya muda-mudi, ajang bertegur sapa dan berkenalan,ajang berpacaran dan melepas penat setelah berhari-hari bekerja di laut mencari ikan.

Tak jarang acara penikahan menjadi pesta minuman keras dan mabuk mabukan para pemuda. Untuk itulah hari pernikahan bagaikan magnet kuat menyedot warga-warga pulau lain berdatangan ke pulau tempat pesta itu diadakan. Apalagi jika ada irama ronggeng melayu dengan jogetnya yang mengundang para penari-penari centil dari daratan sumatera. Niscaya pesta akan menjadi moment yang sangat ditunggu-tunggu semua orang.

Setelah penduduk itu mulai mengenal sunnah..maka yang telah mengaji tidak lagi melakukan hal-hal seperti itu. Pernikahan mereka lebih sedikit sederhana tanpa musik dan tari ronggeng. Walaupun cibiran orang-orang awam telah pasti mereka dapatkan.

Meskipun hanyalah pulau,tetapi untuk uang hantaran dan tetek bengek pernikahan,seseorang harus rela mengeluarkan 30 -40 juta dari koceknya. Tetapi hal itu bukanlah masalah bagi mereka karena laut tempat mereka mengais rezeki begitu kayanya dan dermawannya kepada para nelayan. Jika panen udang lopster di musim utara,dalam dua hingga tiga periode tangkapan saja mereka bisa mendapatkan puluhan juta rupiah bagi yang beruntung.

Beruntung bagi guru yang ingin mempersunting bunga desa tersebut,karena ayah wanita itu tidak menuntut hantaran yang banyak dan bermacam permintaan. Cukup bagi mereka hantaran yang sederhana seberapa yang mampu dia bayar.

Bagi keluarga gadis tersebut seolah mereka benar-benar mendapatkan rezeki durian runtuh tatkala puteri mereka dilamar guru jebolan pesantren terkenal di Jawa. Apalagi melihat kepiawaian pemuda itu dalam berbahasa Arab dan berorasi laksana singa podium…sungguh kebahagian yang dinanti setiap orang bermenantukan orang soleh.
*******
Pesantren itu adalah tempat belajar para akhwat. Sebagai pesantren pekerja maka sudah menjadi hal yang wajar dan dimaklumi jika para santrinya tidak fokus belajar. Sisa -sisa waktu letih merekalah yang digunakan untuk belajar. Jika lembur mereka harus meninggalkan pelajaran. Meskipun demikian konon kabarnya para santriwatinya yang belajar di pondok itu begitu laris manis disunting Dan cepat dapat jodoh.

Maklumlah di daerah itu memang sulit mendapatkan wanita baik-baik apalagi berhijab dan bercadar…wajar saja pondok tersebut bak lokan berharga yang menyimpan mutiara. Menjadi incaran para pemuda yang belum menikah bahkan incaran yang mau menikah lagi dan yang gagal menikah sebelumnya.

**************

Wanita itu adalah santri baru yang katanya mau nyantri untuk mendalami Islam. Menurut info ia adalah berasal dari pulau seberang. Kulitnya putih bersih dan matanya sipit. Kabarnya gadis itu lumayan cantik.

Sejak kedatangannya ke pesantren itu, telah banyak tawaran dari pemuda-pemuda yang inggin mempersuntingnya. Bahkan telah beberapa kali berjalan proses ta aruf dan nazhor. Namun tak satupun pemuda yang dapat meluluhkan hatinya.

Menjelajah dunia maya membuat santri baru itu mengenal sang guru dan terjalinlah antara keduanya komunikasi. Merasa tertarik dengan orang yang dianggap soleh itu akhirnya merekapun berjumpa dan disitulah bencana bermula.

Tak puas berjumpa akhirnya mereka jalan bareng. Tak puas jalan bareng akhirnya mereka pun tidur bareng alias berzina. Nauzubillahi min zalik.

Kini wanita itu meminta pertanggung jawaban sang guru untuk segera menikahinya. Sementara guru muda itu telah menyepakati pernikahnnya dengan gadis pulau itu. Bahkan untuk penentuan haripun kabarnya telah dibuat.

*************
Betapa kaget dan terkejutnya ia mendengar berita buruk yang menghancurkan segala harapannya. Serasa bagaikan halilintar yang menyambar pendengarannya tatkala sang guru muda tersebut memutuskan sepihak pernikahan dengannya karena akan menikahi wanita lain.

Dengan segala kekecewaan dia tidak terima perlakuan guru tersebut. Sungguh sang guru tersebut telah menghancurkan segala mimpi indahnya. Merobek-robek kehormatan dirinya dan keluarganya.

Seandainya bisa dan boleh niscaya akan dia pecahkan kepala guru gadungan tersebut. Tiada arti lagi kefasihannya berbicara Arab dan tiada berguna orasinya yang berapi-api jikalah ternyata ia hanyalah pecundang. Pengkhinat dan munafik. Betapa dahsyat luka yang dia torehkan pada gadis itu dan keluarganya. La haula wala quwwata illa billahi.

**************

Dalam kesendiriannya dia termenung dan tersadar. Ternyata Allah Zat Maha Penyayang dan Pengasih. Allah menjaganya disunting oleh lelaki penghkianat yang tidak mampu menjaga kemaluannya.

Kalau saja ia menikah dengan lelaki itu,boleh saja ia akan menuai musibah dan bencana bersuamikan seorang penzina. Boleh saja ia menderita berkepanjangan bersuamikan lelaki fasiq tersebut.

Temaram jingga senantiasa setia menenemani ufuk Barat tatkala mentari meninggalkan peraduannya. Kaki kaki langit terlihat cerah tiada berawan. Hembusan angin kini telah mereda pertanda musim utara akan segera berlalu dan berganti dengan angin timur yang begitu lembut dan indahnya. Gunung-gunung ombak yang memecah ditengah kini tak pula terlihat. Badai musim utara telah berlalu. Lautan tak lagi keruh dan kotor.

Gadis pulau itu harus segera berkemas meninggalkan kampung halamannya. Membawa luka yang kini hampir sembuh. Rasa malu yang dituainya mengharuskan ia kembali tinggalkan negerinya untuk belajar menimba ilmu sambil mengajar. Dengan duka dan derita ia meninggalkan semua sanak saudara dan meninggalkan kenangan pahit dalam hidupnya.

Semoga guratan takdirnya menjumpakan ia dengan pemuda pujaan hatinya. Membasuh lukanya dan menghapus air matanya. Membimbingnya kepada jalan menuju surga.

Semoga lelaki yang tergelincir tersebut dan kekasih barunya diberikan petunjuk untuk bertaubat dan kembali kepada jalan yang lurus. Menyesali masa lalunya yang kelam,bersimpuh pasrah dihadapan Ilahi atas dosa-dosanya dan pengkhiantannya.

Hanya kepada Allah kita bermohon,semoga menjaga kita dan anak keturunan kita dari zina dan segala sarana yang menggiring ke padanya.

Salawat dan salam semoga tercurah atas junjungan Alam kekasih hati kita Muhammad bin Abdillah …kepada kerabat dan handai tolannya dan seluruh ummat yang mengikuti jalannya hingga akhir zaman.

Petong Barat,senja 1 jumadil akhir 1436 h/ 21 Maret 2015 m.

Abu Fairuz

Tulisan Terkait Lainnya