Untaian Syair

Diposting oleh jundy priyana pada 21 February 2015
Kategori: Untaian syair

 

Bait bait syair “bertaubat”

Diri ini bukanlah baik
Berbuat dosa tiada tertampik
Azam dihati tak kan tertarik
Berkali-kali terjungkir balik

Air mata jatuh berderai
Namun diri kembali lalai
Di hadapan maksiat jatuh terkulai
Niat bertobat kembali dimulai

Zahirmu tampak indah memikat
Lisan berhias ilmu makrifat
Mengapa fi’il tiada sepakat
Jauh bagaikan timur dan barat

Apalah guna sebutan alim
Bila di langit dianggap zalim
Bersandang titel bergelar mu’allim
Di dalam hati nifaq bermukim

Hidupmu umpama sebatang lilin
Terangi sekitar pengusir dingin
Namun dirimu terbakar daim
Tiada bersisa tiada qaim

Daku membenci pelaku maksiat
Walau diriku darinya tak selamat
Di orang soleh hatiku tertambat
Namun khawatir tuk jadi sahabat

Surga Firdaus tak layak ku huni
Neraka Jahim diriku ngeri
Bila RahmatMu dariku pergi
Binasalah diri tak pelak lagi

Di pintu belasMu aku mengetuk
Bersimpuh sesali diri yang remuk
Ampunkan kami hamba yang teruk
Ilahi janganlah kami Paduka kutuk

Di burung besi antara langit Jawa dan Sumatera
26 Rabiul Akhir 1436/15 Feb 2015

Abu Fairuz

Kosa kata:
nifaq=kemunafikan
daim=selalu
qaim=tegak

Tulisan Terkait Lainnya