Syubhat tentang Takdir

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 5 June 2016
Kategori: Aqidah

 

SYUBHAT TENTANG TAKDIR

Apakah benar Allah menyesatkan sebagian hamba-hambanya dan menunjuki sebagian lainnya? Jika benar di mata letak keadilan Allah?
Alangkah nikmat orang-orang yang diberi petunjuk, dan alangkah merugi orang-orang yang disesatkan.

Jawaban:

Dalam Islam Allah memiliki 6 pilar rukun iman, yg terakhirnya bahwa orang beriman wajib mengimani bahwa Allah telah menentukan takdir makhluk-Nya 50 ribu tahun sebelum Allah mencipta langit dan bumi.

Makna beriman kepada takdir yaitu mengimani 4 hal;
1. Mengimani Allah telah mengetahui segala sesuatu secara detail, apa yang harus dicipta, apa yang harus ditiadakan, siapa yang akan terlahir,siapa yang akan wafat, siapa yang akan memeluk islam, siapa yang akan murtad, siapa yang akan diberi petunjuk dan siapa yang akan disesatkan, siapa yang akan jadi ahli surga dan siapa yang akan menjadi ahli neraka.

Ilmu Allah meliputi segala hal, hingga daun-daun yg gugurpun Allah telah mengetahuinya. Tidak ada satupun di jagad raya ini, baik yang telah terjadi dan akan terjadi kecuali Allah telah mengetahuinya.

2. Mengimani bahwa Apa yang telah diketahui Allah tersebut, seluruhnya telah ditulis dengan lengkap tanpa kekurangan sedikitpun, dalam catatan Allah yang merupakan buku induk yang disebut Lauh Mahfuz.

3. Mengimani bahwa Allah telah memiliki rencana untuk merealisasikan apa yang ada pada ilmu-Nya dan yang telah tertulis dalam lauh mahfuz, kapan Dia mau dan kapan dia kehendaki.

4. Mengimani bahwa jika telah tiba masanya, Allah akan mengeksekusi segala yang dia telah ketahui, telah dicatat, dan telah ditentukanNya.

Maka segala sesuatu yg terjadi di alam raya ini, tidak akan lepas dari 4 proses di atas, diantaranya proses berimannya sesorang, kafirnya seseorang, diberi hidayahnya seseorang dan disesatkannya seorang.

* * *

Segala keputusan Allah tersebut, dalam pandangan Allah tidak ada yang buruk, sekalipun dalam kaca mata makhluk buruk, karena dibalik segala perbuatan Allah terkandung hikmah dan kebijaksanaan.

Allah menyifati dirinya bahwa dialah Zat yang Maha mengetahui, Maha bijksana, Maha hikmah, Maha pengasih dan penyayang. Dia menafikan dari dirinya sifat zalim, lalai, lupa, tidur dan mengantuk.

* * *

Kenapa Allah memberi petunjuk kepada sebagian Orang dan menyesatkan sebagian orang??

Jawabnya:
Seluruh ketentuan-Nya dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya, jikalah seluruh manusia Dia beri petunjuk dan kemudian Dia masukkan seluruhnya ke dalam neraka, maka tidak bisa dikatakan Ia zalim, karena seluruh makhluk adalah milik-Nya. Apa yang menjadi miliknya terserah mau diapakan sang pemilik.

Namun Allah tidak kan pernah lakukan hal itu, bahkan dia akan ganjari hamba-hambanya yang beriman dengan ganjaran yg tiada terhingga dan tidak setara dengan amal sholeh mereka.

Sebaliknya dia akan ganjari orang yang berbuat kezaliman sesuai dgn kadar kezalimannya.

* * *

Masalah takdir masalah yang hanya Allah yang mengetahui ilmunya, nabi dan para malaikatpun tdk memiliki ilmu tentang itu kecuali apa-apa yang diberitahukan Allah.

Dari sinilah seseorang diperintahkan untuk berusaha dan berikhtiar untuk dapat menyelamatkan dirinya dari azab Allah. Bukan untuk mengorek-ngorek rahasia takdir Allah.

Untuk mencari hidayah, Allah telah berikan kepada manusia perangkat berupa akal yang sehat, penglihatan, pendengaran dan penglihatan.

Kemudian Allah kirimkan kepada mereka para nabi dan rasul, yang membawa kitab-kitab dari Allah sebagai bukti kebenaran mereka, bahkan Allah perkuat para nabi dan rasul dengan mukjizat yg tidak dapat ditiru dan ditandingi agar manusia membenarkan mereka dan mengukuti petunjuk mereka.

Setelah itu semua, manusia ternyata terbagi dua, sebagian menerima ajakan para nabi tersebut,dan sebagian menentangnya. Maka Tuhan menjajikan kebinasaan terhadap penentang para Nabi utusan Allah.

Maka apakah layak para penentang tersebut diberi ganjaran surga, kenikmatan dunia dan akhirat..? Tentu tidak layak dan sangat bertentangan dengan hikmah dan keadilan Allah.

Apakah dianggap bijak jika seorang kaya dan dermawan sekiranya menghadiahkan seutas kalung emas bermatakan intan dan berlian kemudian dikalungkan pada kera dan babi?? Tentu orang tersebut dianggap pandir, gila dan dunggu.

Apakah layak penentang para nabi, bahkan memerangi utusan Tuhan, membunuh mereka dan memerangi kaum mukminin,yang tidak mau patuh dan tunduk kepada Allah, ingkar lagi kufur dimasukkan ke dalam surga? tentu tidak. Allah maha suci dari segala tindakan yang tidak senonoh.

* * *

Meskipun segala sesuatu telah final dan diketahui Allah, namun ilmu tentang takdir tersebut tersembunyi dan hanya Allah yang tau, karena itulah para hamba tidak diperintahkan untuk mengorek ilmu tentang takdir tersebut,yang jelas hamba yakin tuhannya tdk kan pernah menzaliminya.

Yang diperintahkan Allah adalah kita harus berupaya mengikuti pesan para nabinya dan tdk membangkang menentang mereka. Allah menjanjikan siapa saja yang ikut para nabi akan selamat dan yang menentang mereka akan binasa.

Kenapa kita masih sibuk membicarakan tentang rahasia ilmu Allah, sementara Dia tidak suruh kita kecuali mentaati nabiNya dan menyembah Nya…???

——————–
Batam, 28 Sya’ban 1437/4 Juni 2016

Abu Fairuz Ahmad Ridwan My

Tulisan Terkait Lainnya