Tiada yang abadi

Diposting oleh Ustadz Abu Fairuz pada 19 November 2012
Kategori: Akhlak

 

Jangan pernah bermimpi bahwa kenikmatan yang anda rasakan abadi
Itulah ketentuan hidup di dunia yang fana..
Setinggi apapun pohon, kelak akan roboh dan runtuh.
Setinggi apapun burung terbang,kelak akan jatuh mati terkapar.
Sedahsyat apapun api membakar,kelak akan padam menjadi debu.
Sepekat apapun kelamnya malam, kelak akan datang siang yang terang.
Sehebat apapun tubuh yang kekar, kelak akan membungkuk dimakan usia.

Lihatlah kebelakang tentang sejarah umat manusia, dan bercerminlah…!!
Mana Hercules dan Kaisar serta para penguasa Romawia?!!
Tunjukkan mana kebesaran Kisra dan Holako,Timurlank dan Jengiskan?!!
Mana istana-istana dan Benteng-benteng menjulang?
Bukankah semuanya telah binasa ditelan masa?
Bagaimana Nasib Namrud dan para penguasa yang lalim..?
Tatkala melupakan Allah Yang Maha besar?
Jadilah mereka sejarah kelam bagi setiap generasi yang datang .

Tiada yang abadi wahai sahabatku…
Kecuali amal sholeh yang kau persiapkan..
Bukankah negeri kaum Luth, Madyan dan Aikah yang megah dan kokoh hancur binasa…??
Mengharapkan sesuatu abadi, bagaikan musafir di padang pasir yang memandang fatamorgana bagaikan air.
Tatkala datang ternyata hanyalah tipuan mata belaka.

Dinamika kehidupan dunia
Hidup ini penuh dengan corak dan warna yang beraneka ragam,bahagia dan derita, tawa dan tangis, suka dan duka,kaya dan miskin, sehat dan sakit,damai dan berperang, cinta dan benci…dst.

Jangan pernah bermimpi untuk menikmati hidup tanpa ada derita, sehat tanpa pernah disentuh penyakit, tawa tanpa tangis, kenyang tanpa lapar,damai tanpa ada peperangan, dan cinta tanpa ada benci…

Berkata penyair Bassyar bin Bard:
إِذا أَنتَ لَم تَشرَب مِراراً عَلى القَذى ظَـمِئتَ وَأَيُّ الناسِ تَصفو مَشارِبُه
“Seandainya dirimu tidak pernah rela meminum sedikit juapun air yang keruh
Niscaya engaku kan mati kehausan, manusia mana yang terus-menerus jernih air minumannya?”

Begitu jugalah dengan hidup ini, kadang terasa jernih tatkala rezeki melimpah, kesehatan sempurna, istri dan kawan-kawan dekat setia, anak-anak membawa bahagia, asa dan harap tercapai, dicinta manusia…dst.

Tapi sunnatullah yang telah digariskan telah merubah bahagia berganti sengsara, suka menjadi duka, kaya menjadi miskin, sehat menjadi sakit, bahkan orang yang paling anda cinta dapat berubah menjadi orang yang paling anda benci,,kekasih hati menjadi musuh dan bencana.

Hikmah bijak dari seorang raja
Dahulu kala ada seorang raja tersohor yang mengukir di atas cincinnya ungkapan hikmah yang sangat bijak menggambarkan bahwa tiada kenikmatan dunia yang abadi, tulisan itu berbunyi:
“من المحال دوام الحال”
Yang artinya”adalah bagian dari perkara mustahil mengharapkan keaadaan yang tiada berubah”.
Tulisan ini senantiasa menjadi semboyannya sebagai penggingat bahwa keaadaan tidak akan terus menerus sebagaimana yang diharapkan manusia.

Meskipun rombongan kafilah miliknya yang senantiasa membawa intan dan belian dari Samarqan, dan perahu-perahu mengangkut untuknya berbagai kekayaan laut berupa permata dan semacamnya, namun dia tidak begitu bahagia dengan hal itu tatkala melihatnya, hanya berucap:
“ما قيمة الثراء ؟ ودوام الحال محال”
“Apa guna kekayaan yang tidak abadi? adalah bagian dari perkara mustahil mengharapkan keaadaan yang tiada berubah”.

Di dalam istananya senantiasa glamour pesta berlangsung siang malam, dan tiap kala orang berdecak kagum dengan segala yang dia miliki lengkap dengan meriah tepuk tangan yang menggema, dia hanya berucap:
“يا صحبي الكرام، المباهج تأتي لكنها لا تلازمنا أبدا لأن دوام الحال محال”
“wahai para sahabatku yang mulia, kebahagian pesta ini senantiasa datang dan kita nikmati, sayangnya dia tidak akan terus menerus abadi kita rasakan, karena adalah bagian dari perkara mustahil mengharapkan keaadaan yang tiada berubah”.

Pernah suatu ketika dalam suatu peperangan musuh berhasil menembus perisainya sehingga menikam perutnya, dalam keaadaan sekarat dia di bawa ke tenda diantara tangisan dan kesedihan rakyatnya, dia masih sempat berujar:” alangkah sulitnya menanggung derita ini, namun dengan kesabaran akan segera hilang segala penderitaan karena adalah bagian dari perkara mustahil mengharapkan keaadaan yang tiada berubah”.

Ditengah kota , dibangun monumen dalam bentuk pantungnya yang sedang menatap dengan tegar, suatu ketika sang Raja berjalan dengan sembunyi-sembunyi menghampiri patung dirinya yang terpancang sambil berkata:
“ما قيمة الشهرة وهي ستتلاشى مع الأيام ؟فدوام الحال محال”
Apalah arti ketenaran yang akan berakhir seiring berjalannya waktu, adalah bagian dari perkara mustahil mengharapkan keaadaan yang tiada berubah”.

Ketika usia tua telah mendatanginya, dia menjadi lumpuh dan tubuhnya telah membungkuk, dia hanya tinggal menunggu kematian yang datang menjemputnya, maka di akhir hayatnya dia sempat mengatakan: “disinilah berakhir kehidupanku, kematian telah tiba”.

Dalam keadaan demikian maka sinar mentari memantulkan cincinnya dan menampakkan untaian kata yang menjadi simbolnya:” adalah bagian dari perkara mustahil mengharapkan keaadaan yang tiada berubah”.

Camkanlah untaian kata indah ini:
الحياة مليئة بالصراع والمآسي والآلام.. لكن “دوام الحال محال”في نهاية المطاف الحالة التي تدوم هي الحالة النفسية
عندما ندربها على الإيمان والثقة التامة بعدل الله ورحمته وأن في نهاية النفق نوراً
Hidup ini penuh dengan rintangan, penderitaan dan kesedihan..tetapi ” adalah bagian dari perkara mustahil mengharapkan keaadaan yang tiada berubah”.. akhir dari segalanya terpaut dengan sikap jiwa yang terbiasa dilatih untuk beriman dan percaya sepenuhya
dengan keadilan Allah dan rahmatNya…dan sesungguhnya di ujung gua yang gelap akan terbersit cahaya.

Kepada saudara-saudariku yang sedang mengalami kegalauan hati….
Kepada saudara-saudariku yang harapan dan impiannya kandas menghantam karang takdir….
Kepada saudara-saudariku yang gagal membina kasih dan rumah tangga…
Kepada saudara-saudariku yang sedang mengalami ujian berupa penyakit yang mendera…
Kepada saudara-saudaraku yang sedang dilanda berbagai musibah dan problema yang seolah tiada berakhir….

Ingatlah bahwa Allah berfirman:
فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا

Sesungguhnya bersama kesulitan akan datang kemudahan dan sesungguhnya bersama kesulitan akan datang kemudahan.

Berkata Hasan Bashri, tatkala turun ayat ini maka Rasulullah bersabda:
أبشروا ، قد جاءكم اليسر ، لن يغلب عسر يسرين ” .
“Bergembiralah, sesungguhnya telah datang kemudahan, tidak akan dapat dikalahkan satu kesulitan dengan dua kemudahan”.

Berkata Ibnu Mas’ud:” seandainya kesulitan itu bersembunyi didalam lubang sekalipun niscaya kemudahan akan datang masuk mencarinya, sesungguhnya tidak akan dikalahkan satu kesulitan dengan dua kemudahan”.

Sesungguhhya kesulitan di dunia ini pasti akan berakhir dan berganti dengan kemudahan,kalaupun sendainya ujung penderitaan di dunia ini bagi seorang mukmin adalah kematian, maka yakinlah setelah itu dia akan mendapatkan kemudahan yang abadi sepanjang zaman.

Batam, 5 Muharram 1434 h/ 19 Nov 2014
Abu Fairuz Ahmad Ridwan My

Tulisan Terkait Lainnya