Engkau tidak seperti dulu lagi

Diposting oleh Ustadz Abu Fairuz pada 10 June 2014
Kategori: Akhlak

 

Sebenarnya aku tidak mengenal banyak tentangnya, kecuali sosok yang berbadan tegap, berpostur tinggi dan berwajah lumayan sangar. Cukup membuat orang yang melihatnya “keder” dan kecut untuk coba-coba adu fisik dengannya.
Ku kenal dia selalu menjadi “momok” bagi anak-anak yang datang ke masjid kami karena kegarangannya terhadap siapa-saja yang coba-coba buat onar dan keributan di masjid. Walapun terkadang, tidak jarang anak-anak yang tidak bermasalah di masjid kecipratan kemarahan dan bentakannya, yang membuat mereka jadi takut ke masjid.
Aku tidak banyak mengenal masa lalunya, yang ku tahu dia sosok yang rajin ke masjid dan senantiasa melantunkan azan menyeru orang ke rumah Allah. Namun dari beberapa orang yang mengenalnya, aku mendengar bagaimana sepak terjangnya di masyarakat dan lingkungannya yang selalu tidak bersahabat dan terkesan “sok jagoan”.
Pernah ku dengar dia mengeluarkan clurit tatkala diminta pengurus RT setempat untuk membayar uang keamanan dan kebersihan. Pernah juga dia mengancam akan menghabisi tetangga yang dianggapnya membuatnya tidak nyaman.
Pernah juga dia mengajak duel orang-orang di masjid yang tidak sepaham dengannya, bahkan sempat terjadi perkelahian di masjid itu antara dirinya dengan seorang ikhwan yang sempat membuatnya jatuh terjungkal dan jera untuk buat masalah dengan ikhwan tersebut.
Betapa kebenciannya berkobar terhadap ikhwan salaf, dan keinginannya untuk memerangi mereka. Ku sadar boleh jadi karena banyaknya fitnah yang dia telan tentang isu-isu wahabi yang sebenarnya hanyalah fitnah belaka. Yang jelas terlihat raut tidak suka diwajahnya tiap kali melihat ikhwan salaf yang menjadi jamaah terbesar di masjid tersebut. Bahkan pernah ada ikhwan yang ingin menyalaminya dia tolak mentah-mentah dan menyembunyikan tangannya di belakang tubuhnya.
Pernah kudengar dirinya dahulu sempat jadi preman di salah satu pasar di daerahku. Dalam hatiku berkta: oh…ternyata ini yang membuat dia merasa jadi jagoan dimanapun berada.
Hari-haripun merubah segalanya…. dia yang dulu kekar dan menakutkan, ternyata berubah menjadi makhluk yang begitu lemah dan penyakitan. Keadaannya membuatku teringat dengan sabda Nabi dari jalur Anas bin Malik yang pernah berkata:
حق على الله أن لا يرفع شيء من الدنيا إلا وضعه )رواه البخاري(

Wajib bagi Allah tidak ada sesuatu didunia ini yang meninggi kecuali Allah akan merendahkanya.HR.Bukhari.
Kudengar dia menderita stroke ringan di bagian pundak yang membuat dirinya tidak dapat mengontrol lagi syarafnya secara sempurna. Aku kaget ketika melihatnya selalu tertawa tanpa sebab…ternyata hal itu adalah efek dari penyakitnya. Semoga Allah menyembuhkannya.
Hal yang tidak kurang anehnya, kini sikapnya kepadaku begitu baik dan lembutna, bahkan berkali-kali dia datang ke rumah sengaja untuk menemuiku namun tidak ditakdirkan bertemu.
Tiap kali aku sholat di masjid itu, dia sengaja menantiku keluar masjid, dan mencegatku di pintu masjid dengan segala kelembutan meminta doaku agar Allah menyembuhkan penyakitnya.
Para ikhwan juga memberitakan padaku perubahan sikapnya kepada ikhwan-ikhwan salaf jamaah masjid tersebut. Bahkan kepada salah seorang mereka dia meminta agar disampaikan maafnya kepada seluruh ikhwan salaf yang dulu pernah dimusuhinya dan disakitinya.
Diantara ucapannya dia menyatakan salut dengan sikap ikhwan salaf yang senantiasa baik padanya walaupun dahulu mereka adalah orang-orang yang dimusuhinya. Katanya: “dahulu kalian adalah orang yang paling ku benci…tapi ternyata tatkala sakit ini menderaku, seluruh kawan-kawan yang kukenal menjauhiku dan hanya kalian yang terus berbuat baik dan memperhatikanku.
Kini lelaki itu tidak lagi pernah kujumpai, ada penyesalan di hati ini tidak menjenguknya ke rumahnya setelah dia datang berkali-kali mencariku ke rumah. Belakangan ku tau dia ternyata ingin minta izin akan pulang ke kampung istrinya dan tidak akan kembali ke Batam lagi. Rumahnya pun ternyata telah di jual untuk biaya pengobatan dan pindah tempat.
Subhanallah, sungguh terkadang diri ini merindukan lelaki itu, terkadang tatkala tiba di masjid aku mencari bayangan tubuhnya dengan sajadah kecil yang senantiasa dibawanya dan wajah garangnya yang menyapu setiap sudut ruangan masjid, menggetarkan nyali anak-anak kecil yang membuat onar di masjid tersebut.
Selamat jalan kawan, semoga penyakit yang kau derita menjadi penghapus segala dosa-dosamu di masa lalu, dan memberikanmu pelajaran kehidupan bahwa segala sesuatu yang kita miliki berupa kekuatan, harta dan jabatan…adalah milik Allah yang kuasa untuk mengambilnya kembali kapan Dia kehendaki.

Batam, Griya batua aji asri Selasa 11 Sya’ban 1435 h/10 Juni 2014-06-10
Dalam penantian masa kesembuhan pasca operasi

Tulisan Terkait Lainnya