Wasiat Nabi di Haji wada

Diposting oleh Ustadz Abu Fairuz pada 17 January 2014
Kategori: Hadits Tags:

 

Hadis tetang Khutbah Nabi pada haji Wada, adalah hadis yang sangat populer dan diriwayatkan dengan banyak jalur sahabat. Ada dari jalur Abu Bakrah,Ibnu Abbas,Ibnu umar, Jabir bin Abdullah,Abu Said,dan lain-lain.

Khutbah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasa’iy, Ibnu Majah, Ahmad dll dengan beragam versi saling melengkapi satu sama lainnya.

Inilah versi yang mengumpulkan riwayat-riwayat tersebut menjadi satu kesatuan yang akan lebih indah ketika dipadukan:

“أما بعد أيها الناس اسمعوا مني أبين لكم فإني لا أدري لعلى لا ألقاكم بعد عامي هذا في موقفي هذا.
أيها الناس إن دماءكم وأعراضكم حرام عليكم إلى أن تلقوا ربكم كحرمة يومكم هذا في شهركم هذا في بلدكم هذا – ألا هل بلغت اللهم فاشهد، فمن كانت عنده أمانة فليؤدها إلى من ائتمنه عليها.

وإن ربا الجاهلية موضوع ولكن لكم رؤوس أموالكم لا تظلمون ولا تظلمون وقضى الله أنه لا ربا. وإن أول ربا أبدأ به عمي العباس بن عبد المطلب.

وإن دماء الجاهلية موضوعة، وإن أول دم نبدأ به دم عامر بن ربيعة بن الحارث بن عبد المطلب وإن مآثر الجاهلية موضوعة غير السدانة والسقاية والعمد قود وشبه العمد ما قتل بالعصا والحجر وفيه مائة بعير، فمن زاد فهو من أهل الجاهلية – ألا هل بلغت اللهم فاشهد.

أما بعد أيها الناس إن الشيطان قد يئس أن يعبد في أرضكم هذه، ولكنه قد رضي أن يطاع فيما سوى ذلك مما تحرقون من أعمالكم فاحذروه على دينكم،

أيها الناس إنما النسئ زيادة في الكفر يضل به الذين كفروا يحلونه عاماً ويحرمونه عاماً ليوطئوا عدة ما حرم الله فيحلوا ما حرم الله ويحرموا ما أحل الله. وإن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السماوات والأرض، وإن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهراً في كتاب الله يوم خلق الله السماوات والأرض، منها أربعة حرم ثلاثة متواليات وواحد فرد: ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان – ألا هل بلغت اللهم فاشهد.

أما بعد أيها الناس إن لنسائكم عليكم حقاً ولكم عليهن حق. لكم أن لا يواطئن فرشهم غيركم، ولا يدخلن أحداً تكرهونه بيوتكم إلا بإذنكم ولا يأتين بفاحشة، فإن فعلن فإن الله قد أذن لكم أن تعضلوهن وتهجروهن في المضاجع وتضربوهن ضرباً غير مبرح، فإن انتهين وأطعنكم فعليكم رزقهن وكسوتهن بالمعروف، واستوصوا بالنساء خيراً، فإنهن عندكم عوان لا يملكن لأنفسهن شيئاً، وإنكم إنما أخذتموهن بأمانة الله واستحللتم فروجهن بكلمة الله فاتقوا الله في النساء واستوصوا بهن خيراً – ألا هل بلغت….اللهم فاشهد.

أيها الناس إنما المؤمنون إخوة ولا يحل لامرئ مال لأخيه إلا عن طيب نفس منه – ألا هل بلغت اللهم فاشهد.
فلا ترجعن بعدى كافراً يضرب بعضكم رقاب بعض، فإني قد تركت فيكم ما إن أخذتم به لن تضلوا بعده: كتاب الله وسنة نبيه، ألا هل بلغت … اللهم فاشهد.

أيها الناس إن ربكم واحد وإن أباكم واحد كلكم لآدم وآدم من تراب أكرمكم عند الله اتقاكم، وليس لعربي على عجمي فضل إلا بالتقوى – ألا هل بلغت….اللهم فاشهد قالوا نعم – قال فليبلغ الشاهد الغائب.

أيها الناس إن الله قد قسم لكل وارث نصيبه من الميراث ولا يجوز لوارث وصية، ولا يجوز وصية في أكثر من ثلث، والولد للفراش وللعاهر الحجر. من ادعى إلى غير أبيه أو تولى غير مواليه فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين لا يقبل منه صرف ولا عدل.

Amma ba’du wahai Manusia, dengarkanlah aku, aku akan berikan pada kalian wasiat sebab aku tidak tau boleh jadi tidak dapat lagi bertemu kalian setelah tahun ini di tempat seperti ini.

Wahai manusia sesungguhnya hart dan kehormatan kalian haram sesama kalian hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian, seperti haramnya hari ini, pada bulan ini dan di negeri ini-ketahuilah sesunggunya aku telah sampaikan maka saksikanlah, maka barang siapa yang diamanahkan sesuatu hendaklah menyampaikannya kepada pemiliknya.

Dan sesungguhnya Riba Jahiliyya telah dihapuskan tetapi kalian punya hak untuk mengambil modal kalian saja, kalian tidak dizalimi tidak pula menzalimi, karena Allah telah menetapkan tentang haramna riba, dan riba pertama yang kuhapuskan adalah riba Abbas bin Abdul Mutthalib.

Sesungguhnya pertumpahan darah yang terjadi pada masa jahiliyyah telah dihapuskan, dan tuntutan darah pertama yang dihapus adalah darah Amir bin Rabiah bin Harits bin Abdul Mutthalib, dan sesunguhnya segala sesuatu yang diperebutkan di masa jahiliyyah telah dihapuskan kecuali sadanah (menutupi Ka’bah dengan kiswah) dan siqayah (memberi jamuan minuman kepada jamaah haji), dan pembunuhan wajib di qisas, adapun pembunuhan syibhul amdi (menyerupai unsur kesengajaan) yang terbunuh dengan tongkat dan batu diyatnya seratus ekor unta, barang siapa yang menuntut lebih maka dia termasuk ahli jahiliyyah-ketahuilah sesungguhnya aku telah sampaikan maka saksikanlah.

Amma ba’du, wahai manusia, sesungguhnya Syaitan telah berputus asa untuk disembah di negeri kalian ini, akan tetapi dia rela untuk dipatuhi dalam hal lain selain itu dari perakara-perkara yang kalian anggap kecil, maka waspadalah terhadap agama kalian,

Wahai Manusia, sesunggunya menunda-nunda bulan haji Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan Haram itu
adalah menambah kekafiran. disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah.

Dan sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana yang keadaannya tatkala Allah ciptakan langit dan bumi, dan sesunggunya bilangan bulan disisi Allah dua belas bulan termaktub di kitab Allah pada hari dia ciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram, tiga berurutan dan satu berpisah, yaitu: Zulqo’dah, Zul hijjah, Muharram dan Rajab mudhar antara jumada dan sya’ban- ketahuilah sesungguhnya aku telah sampaikan maka saksikanlah.

Amma ba’du wahai manusia Ketahuilah, sesungguhnya istri-istri kalian memilik hak atas kalian dan kalian memiliki hak atas mereka, hak kalian agar mereka tidak mengijinkan sesorangpun menginjak ranjang kalian selain kalian, dan janganlah mereka memasukkan orang-orang yang kalian benci kecuali dengan izin kalian dan janganlah mereka berbuat keji, jika mereka lakukan maka Allah telah mengizinkan kalian menahan mereka dan memboikot mereka di ranjang-ranjang dan memukul mereka pukulan yang tidak menyakiti, tetapi jika mereka sadar, bertobat dan mematuhi kalian maka hendaklah kalian menafkahi mereka dan memberikan pakaian mereka dengan cara yang ma’ruf, hendaklah kalian mempergauli wanita dengan baik, sesungguhnya mereka bagaikan tawanan yang membantu kalian, tidak memiliki kebijakan apapun untuk diri mereka tanpa sepengetahuan kalian,dan sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah, maka takutlah pada Allah dalam mempergauli wanita , dan pergauilah mereka dengan baik-ketahuilah sesungguhnya aku telah sampaikan maka saksikanlah ya Allah.

Wahai manusia sesungguhnya orang beriman itu bersaudara dan tidak halal harta seseorang mukmin kecuali dengan kerelaannya- ketahuilah sesungguhnya aku telah sampaikan maka saksikanlah ya Allah.

Janganlah kalian kembali setelahku menjadi kafir sebagaian kalian membunuh sebagian lainnya, sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kalian sesuatu yang kalian tidak akan tersesat dengannya setelahku, kitab Allah dan sunnah NabiNya, ketahuilah aku telah sampaikan saksikanlah ya Allah.

Wahai manusia sesungguhya rabb kalian adalah satu dan bapak moyang kalian juga satu semua kalian berasal dari Adam dan Adam dari debu, yang paling bertakwa di antara kalian dialah yang paling mulia, dan orang Arab tidak memilik kelebihan dari orang ajam kecuali dengan takwa- , ketahuilah aku telah sampaikan saksikanlah ya Allah. Maka hendaklah yang menedengar menyampaikan kepada yang tidak hadir.

Wahai manusia sesngguhnya Allah telah membagi setiap ahli waris bagiannya dan tidak boleh berwasiat untuk ahli waris, dan tidak pula dibolehkan wasiat lebih dari sepertiga, anak zina itu akan dinasabkan pada ibunya adapun penzina laki-laki tidak memiliki apapun. Barang siapa yang menisbatkan nasab bukan kepada bapaknya atau berwala bukan kepada maulanya maka atasnya laknat Allah, Malaikat dan seluruh manusia dan tidak akan diterima darinya tebusan apapun.

Faedah-faedah yang dapat dipetik dari wasiat diatas:
1. Anjuran berwasiat untuk orang yang ditinggalkan
2. Haramnya riba dan bahayanya
3. Islam datang untuk membatalkan segala sesuatu perkara jahiliyyah yang bertentangan dengan Islam.
4. Menghindari tipu daya syetan, yang menggelincirkan manusia dari hal-hal yang sepele.
5. Orang jahilyyah beragama dengan hawa nafsu bukan dengan dalil.
6. Seruan untuk memuliakan wanita dan memberikan hak-hak nya
7. Seruan kepada wanita untuk memenuhi hak-hak suami.
8. Seruan berpegang teguh dengan kitab dan sunnah agar tidak tersesat.
9. Pentingnya menjalin ukhwah antara sesama kaum muslimin
10. Ancaman agar kaum muslimin tidak berpecah belah
11. Kemulian dengan takwa bukan dengan nasab dan keturunan.
12. Larangan ta assub/fanatik.

 

  • Abu Nabilah Al Batamy

    Assalamualaikum…ustadz bolehkah ana copypaste artikel ustadz ke status fb ana dengan memakai nama sumber dari ustadz.

    • adminabufairuzcom

      wa’alaykumussalam
      boleh akh, silakan.

Tulisan Terkait Lainnya