Jadi Topeng Monyet

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 23 June 2016
Kategori: Muamalat

 

Alangkah gembiranya anak-anak bahkan orang dewasa melihat berbagai akrobat kera kecil menjalankan motor, membawa becak, berjalan tegak dengan kostum lengkap bak manusia, menari dan berjoget berputar-putar dikelilingi kumpulan manusia.

Tak jarang selepas akrobat, ia menyodorkan semacam kantong atau wadah, berkeliling meminta partisipasi para penonton untuk melemparkan uang receh seribuan ke dalam wadah tersebut.

Selepas itu, dengan jalan digagah-gagahkan dengan iringan genderang dan tabuh-tabuhan ia kembali kepada tuannya untuk menyerahkan hasil kutipan uang receh tersebut dan berakhirlah satu episode atraksi yang diiringi riuh-rendah tawa dan tepuk tangan para penonton yang puas melihat kecerdasan dan kejenakaannya beratraksi.

Tahukah anda untuk apa sang kera beratraksi…? Jawabannya adalah untuk para penonton. Untuk menghibur dan menarik decak kagum mereka sesuai arahan tuannya.

* * *

Dalam hidup ini, ada orang yang tampil di hadapan manusia layaknya “topeng monyet” yang bertingkah laku hanya untuk mencari perhatian dan pujian manusia.

Mereka beratraksi gagah di hadapan manusia, dengan rumah yang mentereng, mobil mewah yang mengkilat, perabotan rumah tangga yang lux dan barang import dari luar negeri.

Jika berjalan seolah dialah raja dunia dan pemiliknya, dengan penampilan pengusaha sukses dan tajir, baju keren berkelas dan berdasi dengan parfum jutaan rupiah, membius setiap orang yang memandangnya.

* * *

Sekilas melihatnya anda akan berdecak kagum dan terpana. Pasti anda akan berkata dalam hati: ” wow …keren, inilah pengusaha yang sukses”. Tak jarang banyak yang”ngileer” menatap kesuksesan dunianya.

Dengan berjalannya waktu, ternyata dunia menyingkap “kedok”nya. Bayangan masa lalunya membuat anda tersadar bahwa ia hanyalah “topeng monyet” yang mengagumkan sesat.

Dari berbagai info yang akurat, pahamlah anda bahwa segala “penampakan” nya hanyalah menipu. Rumah dan villa-villa yang mewah, mobil-mobil yang mengkilap, motor dan segala atribut mewah berupa jam, handphone, batu akik..dll, semuanya hutang.

Tak usah kagum-kagum benar dengan ruko-ruko, rumah maupun mobil-mobil yang dimilikinya, itu semua kredit. Kalaupun telah lunas kreditnya, tak usah yakin benar BPKB dan sertifikat rumah dan lainnya ada padanya. Pastikan semua bpkb kendaraan dan sertifikat rumah dan surat-surat berharga lainnya tak berwujud dan telah “disekolahkan” di bank-bank konvensional.

* * *

Lebih runyam lagi, jikalah “penonton” tau, ternyata hutangnya telah melilitnya di sekililing pinggang. Maka tak usah heran lagi jika ia selalu berjanji dan berdusta, menyendiri dan mengucilkan diri sendiri, takut ketemu orang dan selalu dihantui hutang-hutangnya.

Makan tak enak-meskipun berat badan nambah terus-tidur pun tak nyenyak-meski full AC-. Selalu terganggu dengan mimpi-mimpi buruk yang terus membayanginya…dst.

Jika demikian gambaran kongkret “orang-orang yang menjadi topeng monyet” apakah anda mau ikutan daftar….???

* * *

Saudaraku, hiduplah dengan apa adanya. Tak perlu memaksakan diri. Ukurlah bayang-bayang badan Anda dan jangan melampauinya, jika Anda tak ingin susah dan menyusahkan orang lain.

Sedikit dan berkah serta diterima dengan qona’ah, akan jauh lebih baik dari banyak tetapi melalaikan dan membuat kufur. Apalagi jika banyak ternyata semua yang dimiliki hanyalah hak orang lain yang belum dilunasi.

*edisi mengingatkan diri

———————–
Batam,17 Ramadhan 1437/ 22 Juni 2016

Abu Fairuz Ahmad Ridwan My

Tulisan Terkait Lainnya