Kematian

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 4 September 2016
Kategori: Tazkiyatun Nufus

 

KEMATIAN

Rama-rama terbang ke taman
Embun meluncur jatuh ke rumput
Tiada sesiapa dapat bertahan
Bila ajal datang menjemput

Tatkala Ibrahim Basya-Penguasa Mesir- yang diutus Turki Utsmani untuk memerangi Saudi Arabia berhasil menangkap Syeikh Ahli Hadis Sulaiman Bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab, ia membawa berbagai alat musik dan memainkannya dihadapan Syeikh Sulaiman untuk membuat dia marah. Setelah itu ia membawa Syeikh Sulaiman ke kuburan yang telah disiapkan. Ia memerintahkan agar para tentara berbaris dan mengarahkan moncong senjata masing-masing ke arah Syeikh Sulaiman. Dengan satu perintah, seketika berhamburan timah-timah panas mengoyak-ngoyak tubuh Syeikh.

Merasa belum puas, ia datang kepada Ayahanda Syeikh Sulaiman Syeikh Abdullah-cucu Syeikh Muhmad Bin Abdul Wahhab- memberitakan kematian puteranya dirobek timah-timah panas anak buahnya untuk membuat Syeikh Abdullah bersedih dan geram.

Dengan tegarnya Syeikh Abdullah berkata: “sekalipun engkau tidak bunuh dia, kelak dia akan mati jua”.

Ucapan tersebut begitu berbekas di hati Ibrahim Basya, ungkapan yang lebih dahsyat menusuk ke dalam dadanya dari timah panah yang dilontarkan bala tentaranya kepada puteranya.

Setelah menaklukkan kota Dir’iyyah ia kembali ke Mesir disambut oleh para ulama negeri itu dengan suka cita dan mengelu-elukannya. Namun tidak sedikitpun ia tertarik dan simpati dengan ungkapan mereka. Ia berkata: “bukan seperti kalian ini cerminan ulama, ulama yang sebenarnya adalah mereka yang berada di padang pasir Najed sana”.

* * *

Dalam hidup ini kita selalu diintai kematian. Beberapa kali kita luput dari kematian, tapi yakinlah jika dirimu selamat hari ini, belum tentu selamat esok. Apabila engkau terlepas dari jeratannya besok, belum tentu kan selamat lusa.

Beragam kecelakaan, penyakit, peristiwa genting dalam hidupmu yang hampir merenggut nyawamu dapat kau hindari. Tapi yakinlah bahwa kematian pasti kan menjemputmu.

Jika tidak di laut maka di darat. Jika bukan di darat mungkin di udara. Jika tidak di ranjang mungkin di hutan, di jalan…dst. Akan datang masanya kita tidak lagi bisa berkelit darinya.

Kematian adalah keniscayaan yang tak dapat di tolak. Semua orang akan merasakannya cepat atau lambat. Masalahnya bagaimana dan dalam keadaan apa kematian itu menjemput kita, apakah dalam kemaksiatan atau ketaatan?

Ya Allah Pemilik jiwa, matikan kami di atas ketaatan padaMu.

—————————————————-
Masjidil Haram, 29 Zul qa’dah 1437 / 1 Sept 2016

Abu Fairuz-AR-MY

Tulisan Terkait Lainnya