Kekuasaan

Diposting oleh adminabufairuzcom pada 9 September 2016
Kategori: Tazkiyatun Nufus

 

Ambisi berkuasa adalah penyakit akut yang telah merenggut banyak korban. Virus ini tidak kan pernah mewabah kecuali pada setiap orang yang sombong, melihat dirinya sempurna dan tidak boleh ada yang lebih tinggi darinya. Ia menjangkiti Firaun, Namrud dan siapa saja yang berpotensi dan mengindap virus takabbur. Adapun setiap orang yang tawadhu, rendah hati dan tidak gila popularitas niscaya kan imun dan kebal darj penyakit ini.

Ambisi berkuasa kan melahirkan sifat hasad dan dengki, iri terhadap seseorang yang dianggapnya kan jadi pesaing dalam kompetisi merebut atau mempertahankan kekuasaan. Dari situlah bermunculan tindakan-tindakan keji seperti menghasud, memfitnah, dan merendahkan semua orang. Jangan pernah kau sebut di hadapannya kebaikan dan kehebatan seseorang kecuali dia kan bantah dan jatuhkan dengan segala cara.

Biasanya orang yang gila jabatan ini kan stress sendiri ketika jabatannya hilang, dan dalam bayang-bayang ketakutan selalu terhadap semua rivalnya yang berpotensi dapat menggulingkannya. Tidurnya tak nyenyak dan makannya tak enak. Hatinya selalu dalam gundah gulana dan gelisah..disitulah letak kesengsaraannya.

Adakah yang berambisi untuk meng import virus akut ini..??

Ibnu Abdil Bar-rahimahullah- berkata:

“وقالوا: لا تَرَى المُعجبَ إلاّ طالِبًا لِلرّئاسةِ.
“Ulama berkata: “tidak pernah engkau melihat seseorang yang kagum dengan dirinya sendiri kecuali orang yang berambisi pada kekuasaan.

Berkata Fudhail bin Iyadh-rahimahullah- :
ما مِن أحدٍ أحبَّ الرّئاسةَ إلاّ حسدَ وبغى وتتبّعَ عيوبَ الناسِ وكرِهَ أنْ يُذكرَ أحدٌ بِخير

” tidak pernah seseorang mengejar kekuasaan kecuali ia akan menjadi sosok yang pendengki, melampaui batas, mencari-cari aib manusia dan tidak pernah senang mendengar bila ada orang lain yang di puji di depannya”.

Berkata Abu Nu’aim:

واللهِ، ما هلكَ مَن هلكَ إلاّ بِحُبِّ الرّئاسة
” Demi Allah tidaklah seseorang kan binasa kecuali disebabkan ambisinya mengejar kekuasaan”.

Mekah, 6 Zulhijjah 1437 / 8 Sept 2016
———————————————————–
Abu Fairuz Ahmad Ridwan My

Tulisan Terkait Lainnya